Skripsi
Intensifikasi pemanfaatan wilayah pesisir untuk budidaya perikanan tambak dan pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan di Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember / Ardhina Eka Priani
Abstrak
ABSTRAK Priani Ardhina Eka. 2008. Intensifikasi Pemanfaatan Wilayah Pesisir Untuk Budidaya Perikanan Tambak dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Pendapatan di Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Skripsi jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Didik Taryana M.Si (II) Drs. Singgih Susilo M.S.M.Si. Kata kunci intensifikasi wilayah pesisir tambak pendapatan Kegiatan budidaya tambak di Kecamatan Gumukmas masih bersifat tradisional dengan sistem tambak monokultur yang membudidayakan jenis udang vanname. Hasil tambak mengalami penurunan dari tahun ketahun hal itu terjadi karena belum adanya program Intensifikasi Tambak (INTAM). Hal yang diperlukan untuk mengatasi penurunan hasil panen dengan intensifikasi bentuk pengelolaan budidaya tambak yang dilakukan petambak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan wilayah pesisir bentuk intensifikasi pemanfaatan wilayah pesisir untuk budidaya perikanan tambak dan pengaruh bentuk intensifikasi budidaya perikanan tambak terhadap tingkat pendapatan petambak. Metode yang digunakan adalah penelitian survei dengan data primer dan sekunder teknik pengambilan menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel daerah dan responden menggunakan teknik purposive sampling dan proporsional random sampling sedangkan siapa-siapa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk intensifikasi pengelolaan budidaya tambak seperti modal awal jarak tambak dari pantai pakan tambahan dan pemupukan secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petambak. Pengujian hipotesis juga diperoleh bahwa secara parsial atau sendiri-sendiri variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu tingkat pendapatan. Variabel bebas yang paling dominan berpengaruh adalah variabel modal awal dan paling besar memberikan sumbangan efektif diantara variabel bebas lainnya terhadap tingkat pendapatan petambak namun variabel pakan tambahan dan pemupukan juga memberikan sumbangan meski tidak terlalu besar karena pelaksanaannya tidak dilakukan secara optimal. Bentuk pengelolaan budidaya tambak meski dipengaruhi oleh semua variabel bebas namun tingkat pendapatan petambak menurun jika dibandingkan dengan tingkat pendapatan yang diperoleh pada tahun-tahun sebelumnya karena bentuk pengelolaan yang petambak lakukan terbatas pada pengetahuan sendiri dan kebiasaan yang telah lama dilakukan. Hal ini terjadi karena di daerah penelitian belum ada penerapan program INTAM untuk peneingkatan hasil panen. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan pelaksanaan program INTAM oleh pemerintah daerah yang bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan lembaga yang menangani peningkatan ekonomi wilayah pesisir untuk membantu petambak meningkatkan hasil panen yang nanti berpengaruh pada peningkatan pendapatan.