Skripsi
Perbedaan penggunaan fuel induction dan putaran mesin terhadap kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) pada mobil Suzuki ST 100 / Achmat Rosit
Abstrak
ABSTRAK Rosit Achmat. 2008. Perbedaan Penggunaan Fuel Induction dan Putaran Mesin Terhadap Kandungan Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Suzuki ST 100. Skripsi Program studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Paryono S.T. M.T. (2) Drs. Ir. Usman Kasmari. Kata kunci Fuel Induction Putaran Mesin Emisi Gas Buang Judul skripsi ini adalah Perbedaan Penggunaan Fuel Induction dan Putaran Mesin terhadap Kandungan Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Mobil Suzuki ST 100. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan kandungan emisi gas buang antara mobil yang menggunakan fuel induction dan yang tidak menggunakannya. Penelitian ini dilakukan di laboratorium otomotif Indomobil Universitas Negeri Malang dengan bantuan alat Multi Infrared Exhaust Gas Analyzer. Analisis hasil penelitian yang digunakan Two way Anova dengan taraf signifikansi 0 01. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah fuel induction dan putaran mesin sedangkan variabel terikatnya adalah kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Kondisi mesin yang digunakan penelitian adalah kondisi mesin menggunakan fuel induction dan kondisi mesin tanpa menggunakan fuel induction. Sedangkan variasi putaran mesin yang digunakan adalah putaran rendah (800 rpm) menengah (2000 rpm) dan tinggi (3000 rpm). Mesin yang digunakan sebagai alat pengambilan data adalah engine stand Suzuki ST 100. Dari semua data hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan fuel induction pada sistem bahan bakar mesin dapat menyempurnakan proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara sehingga dapat mengurangi kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Saran yang dapat diberikan bagi pengguna kendaraan sebaiknya menggunakan fuel induction untuk mengurangi kandungan emisi gas karbon monoksida serta bagi peneliti yang lain agar meneruskan penelitian ini dengan judul yang sama dengan variabel dan instrumen yang berbeda.