Skripsi
Hubungan konsep diri dan lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Dwi Retno Pamungkas
Abstrak
ABSTRAK Pamungkas Dwi Retno. 2008. Hubungan antara Konsep Diri dan Lokus Kendali dengan Perencanaan Karier Siswa Kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto Kata Kunci konsep diri lokus kendali perencanaan karier Siswa SMA berada pada usia remaja yang mempunyai tugas-tugas perkembangan salah satu diantaranya adalah merencanakan kariernya. Pada periode tentatif remaja sudah mulai berorientasi pada merencanakan karier yang dititikberatkan pada pengidentifikasian minat kapasitas nilai dan tradisi. Siswa dalam merencanakan kariernya dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya konsep diri dan lokus kendali siswa. Konsep diri adalah pandangan serta sikap seseorang terhadap dirinya. Lokus kendali sebagai keyakinan individu terhadap mampu tidaknya mengontrol nasib (destiny) sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran konsep diri siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang (2) gambaran lokus kendali siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang (3) gambaran perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang (4) hubungan antara konsep diri dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang (5) hubungan antara lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang (6) hubungan antara konsep diri dan lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Lab Universitas Negeri Malang. Teknik sampel yang digunakan multy states diperoleh sampel penelitian dengan jumlah 65 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan analisis deskriptif korelasi product moment dan korelasi ganda. Hasil penelitian yaitu (1) cukup banyak (56.9%) siswa yang memiliki konsep diri yang tinggi dan cukup banyak (43.1%) siswa yang memiliki konsep diri yang sedang pula (2) banyak (69.2%) siswa yang memiliki lokus kendali internal dan sedikit (30.8%) siswa yang memiliki lokus kendali eksternal (3) banyak (66.2%) siswa yang memiliki perencanaan karier tinggi dan sedikit (33.8%) siswa yang memiliki perencanaan karier yang sedang (4) ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang (5) ada hubungan yang signifikan antara lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang (6) ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran bahwa (1) Konselor dapat membantu siswa lebih memahami aspek diri sosialnya agar siswa memiliki konsep diri yang positif dan konselor juga dapat memberikan bimbingan kepada siswa agar siswa tidak meyakini tentang kehidupan yang tidak adil karena hal ini akan menghambat perencanaan karier siswa tidak menjadi lebih baik (2) Bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pustaka untuk mengadakan pengembangan keilmuan dan penelitian lebih lanjut khususnya tentang hal lain yang mempengaruhi perencanaan karier.