Skripsi
Pengujian kualitas berbagai jenis madu yang beredar di pasaran Kota dan Kabupaten Malang berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) / Purwaty Ningrum
Abstrak
ABSTRAK Ningrum Purwaty. 2008. Pengujian Kualitas Berbagai Jenis Madu yang Beredar di Pasaran Kota dan Kabupaten Malang Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Subandi M. Si dan (II) Bambang Eddy Santoso S. ST. Kata kunci madu pengujian kualitas Standar Nasional Indonesia. Madu adalah nektar atau cairan manis dari tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu dan merupakan bahan pangan berkhasiat yang berasa manis bersifat kental dan mengandung karbohidrat tinggi air mineral serta komponen lain dalam prosentase kecil. Madu murni memiliki kandungan zat-zat bermanfaat dengan tiga macam gula sebagai komponen utama yaitu glukosa fruktosa dan sukrosa. Ada indikasi bahwa madu yang beredar di pasaran adalah madu yang tidak murni. Madu di pasaran juga memiliki perbedaan rasa aroma dan warna pada jenis madu yang berbeda. Perbedaan rasa tersebut mungkin dipengaruhi oleh ketiga perbedaan komponen di atas. Selain itu komposisi gula dalam madu dianggap penting karena dapat digunakan untuk mengetahui adanya pemalsuan madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas berbagai jenis madu dilihat dari kadar air abu gula keasaman cemaran logam (Pb Cu dan As) hidroksi metil furfural (HMF) padatan yang tidak larut dalam air dan aktivitas enzim diastase yang terkandung di dalam madu. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UM Laboratorium Penguji Hasil dan Bahan Olah (PHBO) dan Laboratorium Pengolah Material dan Bahan Pembantu (PMBP) P3GI Pasuruan. Madu yang menjadi sampel penelitian adalah madu kemasan dengan jenis sumber madu yang berbeda dan beredar di pasaran kota Malang. Penentuan kadar gula dan keasaman menggunakan metode volumetri penentuan kadar air menggunakan Refraktrometer kadar abu menggunakan metode furnace kadar cemaran logam (Pb Cu dan As) menggunakan AAS kadar hidroksi metil furfural (HMF) menggunakan spektrofotometri kadar padatan yang tidak larut dalam air menggunakan metode gravimetri dan aktivitas enzim diastase menggunakan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ditinjau dari kadar HMF kadar air kadar sukrosa kadar keasaman kadar abu dan kadar cemaran logam (6 parameter SNI) maka madu yang memenuhi syarat adalah madu jenis rambutan (A) kopi (B) dan lengkeng (D) sedangkan 4 jenis madu lain yang dianalisis tidak memenuhi persyaratan SNI. (2) ditinjau dari semua parameter SNI (9 jenis) maka dari 7 jenis madu yang dianalisa hanya 3 jenis madu (sekitar 42 8%) yang memenuhi persyaratan SNI yaitu A (rambutan) B (kopi) dan D (lengkeng).