Tugas Akhir
Penerapan dan pengaruh penggunaan sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI) terhadap proses kliring warkat pada PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Tulungagung / Ika Rakhmad Satria
Abstrak
Seiring berkembangnya jaman manusia menginginkan semua hal serba praktis cepat dan mudah. Begitu juga dengan proses kliring dimana masyarakat menginginkan suatu proses kliring yang efisien cepat dan handal. Sehingga untuk memenuhi keinginan tersebut Bank Indonesia selaku bank sentral di Indonesia mengeluarkan Sistem Kliring Nasional (SKN). Tujuan dikeluarkannya SKN ini agar bank-bank peserta kliring nasional mempunyai satu buah sistem yang sama. Prosedur yang digunakan oleh masing-masing peserta kliring didasarkan pada peraturan Bank Indonesia nomor 7/18/2005 tanggal 22 Juli 2005 tentang Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) sehingga hasil yang didapat oleh masing-masing peserta kliring adalah terjadinya efisiensi terhadap proses waktu dan biaya dibanding dengan penggunaan sistem kliring sebelumnya. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui prosedur Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dan pengaruh penggunaan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia terhadap proses kliring warkat debet pada PT. Bank BNI 46 (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Tulungagung. Metode yang digunakan dalam analisa ini adalah identifikasi prosedur Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan identifikasi pengaruh penggunaan SKNBI. Penyelenggaraan SKNBI pada PT. Bank BNI 46 (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Tulungagung termasuk dalam wilayah kliring offline manual dimana input DKE langsung ke TPK tanpa adanya proses interface untuk kliring keluarnya sedangkan untuk kliring masuknya dengan cara mendebet rekening nasabah secara manual (satu per satu). Sedangkan penyelenggaraan kliring kredit paperless melalui transaksi via Real Time Gross Settlement (RTGS) diproses di Kantor BNI 46 Pusat di Jakarta. SKNBI dirancang oleh Bank Indonesia untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan sistem kliring yang lama sehingga banyak keunggulan dalam penerapan SKNBI dibanding dengan sistem sebelumnya. Hasil analisa dapat disimpulkan mekanisme Sistem Kliring Nasional PT. Bank BNI 46 (Persero) Tbk. KCU Tulungagung yang diterapkan pada tanggal 29 Agustus 2007 sesuai dengan mekanisme yang didasarkan pada peraturan Bank Indonesia nomor 7/18/2005 tanggal 22 Juli 2005. Sehingga keganjilan saat proses kliring tidak ditemui selama penelitian. Penerapan SKNBI berpengaruh dalam proses kliring warkat yaitu terjadi efisiensi proses waktu dan biaya. Diharapkan agar kinerja yang baik ini dapat dipertahankan guna menjaga stabilitas operasional kliring pada Bank BNI 46 Kantor Cabang Utama Tulungagung.