UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Sintesis, karakterisasi, dan penentuan struktur melalui difraksi sinar-X kristal tunggal senyawa kompleks dari Mn(II) dengan ligan ion tiosianat dan isokuinolina / Farid Arfianto

Arfianto, Farid - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Arfianto Farid. 2008. Sintesis Karakterisasi dan Penentuan Struktur Melalui Difraksi Sinar-X Kristal Tunggal Senyawa Kompleks dari Mn(II) dengan Ligan Ion Tiosianat dan Isokuinolina. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dasna M.Si M.Ed. (II) Dra. Nazriati M.Si. Kata Kunci Senyawa Kompleks Mn(II) Isokuinolina Tiosianat Senyawa kompleks dengan ion pusat yang memiliki elektron tak berpasangan berpotensi sebagai material magnetik. Material magnetik yang baik dapat diperoleh dari interaksi ferromagnetik yang terjadi baik intra atau intermolekul. Salah satu strategi agar diperoleh peluang terjadinya interaksi ferromagnetik adalah dengan mengkoordinasi ion pusat dengan ligan jembatan. Ligan tiosianat adalah salah satu jenis ligan yang mampu menjadi ligan jembatan sehingga terbentuk senyawa kompleks polimer atau dimer. Diharapkan dengan penggunaan Mn(II) sebagai ion pusat yang memiliki elektron tak berpasangan maksimum akan dihasilkan material magnet yang cukup baik. Dari penelitian sebelumnya senyawa kompleks yang pernah disintesis dari ion pusat Mn(II) ligan tiosianat dan ligan isokuinolina adalah dengan perbandingan 1 2 4. Dalam penelitian tersebut senyawa kompleks yang dihasilkan tidak dikaji struktur maupun karakterisasinya. Maka dalam penelitian ini akan disintesis senyawa kompleks dari ion pusat Mn(II) ligan tiosianat dan ligan isokuinolina dengan perbandingan 1 2 2 dan kristal yang diperoleh ditentukan strukturnya dengan Difraksi Sinar-X. Penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu tahap sintesis tahap karakterisasi dan tahap penentuan struktur. Tahap karakterisasi dilakukan dengan uji titik lebur dan pengukuran momen magnet menggunakan MSB. Struktur ditentukan menggunakan data difraksi sinar-X yang diolah dengan bantuan program XTAL 3.7. Senyawa kompleks yang dihasilkan yaitu [Mn(isoquin)4(NCS)2] disintesis dengan cara mereaksikan 2mmol Mn(NO3)2.6H2O dengan 4mmol KSCN dan 4mmol isokuinolin dalam pelarut metanol. Kristal [Mn(isoquin)4(NCS)2] berbentuk polihedral dan berwarna kuning lemon didapatkan setelah penguapan perlahan selama tujuh hari. [Mn(isoquin)4(NCS)2] merupakan kompleks monomer netral dengan geometri di sekitar ion pusat adalah oktahedral terdistorsi. Kompleks ini mengkristal dalam kisi tetragonal dengan kelompok ruang P42/n yang memiliki nilai a 15 5283(2) b 15 5283(2) c 13 5534(2) 945 900 946 900 947 900 V 3268 106(97) 3 dan R 0 034 untuk 3390 refleksi independen. Senyawa kompleks [Mn(isoquin)4(NCS)2] memiliki titik lebur 181- 1830C dan momen magnet efektif ( 956 eff ) sebesar 6 33 BM atau setara dengan lima elektron tak berpasangan. Senyawa kompleks [Mn(isoquin)4(NCS)2] merupakan senyawa kompleks dengan medan lemah.


Informasi Detail
DDC
Rs 546.6542 ARF s
Prodi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2008.
Deskripsi Fisik
ix, 59 hlm : il. : tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
02523/KI/08
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2008
Subjek
1. SENYAWA KOMPLEKS Mn(II)
Pembimbing
1. I WAYAN DASNA ; 2. NAZRIATI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik