Tugas Akhir
Stretegi lay out, teknik visual dan display pada wsalayan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar Malang / Rizki Kusuma Hapsari
Abstrak
ABSTRAK Hapsari Rizki Kusuma. Strategi Lay Out Teknik Visual dan Display pada Swalayan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar Malang . Tugas Akhir Program Studi Diploma III Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. M. Hari M.Si. Kata-kata kunci Lay Out Teknik Visual Display Perkembangan usaha saat ini sangat meningkat karena dipengaruhi oleh peningkatan jumlah konsumen tinggi sebagian besar konsumen saat ini menuntut segala sesuatu yang serba praktis dan cepat dalam hal berbelanja. Hal tersebut dapat diperoleh dengan berbelanja di supermarket atau swalayan. Dengan pesatnya perkembangan supermarket menyebabkan usaha ini bersaing ketat sehingga memacu usaha sejenis bermunculan seperti alfamart dan indomart. Faktor yang mengakibatkan usaha usaha swalayan atau supermarket meningkat antara lain adalah peningkatan jumlah penduduk yang berarti kebutuhan juga akan semakin meningkat karenanya. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui strategi Lay Out Teknik Visual dan Display yang digunakan pada KPRI RSSA Malang. Serta untuk mengetahui solusi dari kekurangan-kekurangan pengaturan ketiga hal diatas. Sebagai salah satu usaha yang bergerak dibidang penjualan maka keberhasilan juga ditentukan oleh cara penyusunan lay out teknik visual display produk. Ketiga hal tersebut mempunyai peran penting yang perlu diperhatikan dalam penjualan karena akan berpengaruh pada kenyamanan konsumen dalam berbelanja. Lay out adalah tata letak produk kasir dan arus lalu lalang konsumen di dalam toko. Teknik Visual adalah teknik dalam mempertimbangkan adanya penerangan warna ketinggian langit-langit temperatur toko dan suara. Sedangkan display adalah pemajangan barang dagangan yang ditujukan untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong konsumen dalam melakukan pembelian. Penerangan yang terdapat di Swalayan KPRI sudah cukup memadai disamping itu karena Swalayan KPRI hanya buka pada siang hari yaitu dari pukul 08.00-15.00 sehingga penerangan yang berasal dari lampu tidak begitu maksimal. Namun lebih kepada terdapatnya ventilasi yang cukup agar cahaya dari luar bisa masuk. Penerangan yang cukup akan mempermudah dan memberikan kenyamana pada pengunjung untuk mencari dan mamilih barang dagangan yang dibutuhkan. Dinding Swalayan KPRI RSSA berwarna putih hal ini dapat menimbulkan gairah dan peminat konsumen untuk datang serta memberikan kesan bersih dan menarik. Namun cat dinding tersebut terlihat sudah mulai pudar sehingga terlihat kurang bersih. Untuk itu diperlukan pengecatan ulang pada dinding Swalayan KPRI RSSA karena kesan toko dapat diciptakan melalui warna. Ketinggian langit-langit pada Swalayan KPRI RSSA sudah cukup memberikan kesan luas karena jarak lantai dengan langit-langit sudah cukup tinggi sehingga dirasa cukup untuk memberikan kesan luas dan hawa yang sejuk pada ruangan. Agar konsumen merasa nyaman dan betah berlama-lama berada didalam ruangan dari Swalayan KPRI RSSA maka diperlukan temperatur ruangan yang sesuai. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa ketinggian langit-langit dapat menciptakan hawa dan suasana yang sejuk sehingga memberikan kesan yang nyaman bagi pengunjung. Di Swalayan KPRI RSSA terdapat 4 buah alat penyejuk yang berupa kipas angin dengan harapan konsumen tidak akan merasa panas dan betah untuk berlama lama berada diruangan. Adanya suara yang menyenangkan atau pemutaran musik juga akan mempengaruhi kenyaman pengunjung untuk tinggal berlama-lama di dalam Swalayan. Dalam penggunaanya Swalayan lebih sering menggunakan radio sehingga menyebabkan jenis musik yang diputar berganti-ganti tidak beraturan dan tidak dapat disesuaikan dengan dengan keadaan yang ingin ditimbulkan. Pemajangan dan penataan barang dagangan di Swalayan dibagi menjadi dua yaitu Open interior dimana pengunjung dapat melihat dan menyentuh secara langsung barang-barang yang dipajang dan langsung dapat membawa barang tersebut. Close interior display dimana barang yang di pajang dengan sistem ini adalah barang yang berukuran kecil harganya mahal dan juga mudah rusak. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pencurian. Saran untuk solusi permasalahan KPRI RSSA antara lain Penataan ruang sebaiknya diberi dekorasi agar ruangan tampak menarik dan menjaga kebersihan ruangan. Selain itu memberikan kesan welcome pada pengunjung.Untuk barang-barang yang tidak digunakan seperti rak dan etalase sebaiknya ditempatkan di gudang agar penataan didalam ruangan terlihat rapi. Untuk meningkatkan pengawasan sebaiknya diadakan penambahan cermin dan mengefektifkan fungsinya. Perlu diadakan penambahan barang dagangan yang bervariasi jenis dan merknya. Sebaiknya Swalayan melakukan pemajangan secara eksterior display agar terlihat lebih menarik dari luar.