Tugas Akhir
Rancang bangun alat bantu menanam kedelai / Hendrik Okta S, Hari Firmansyah
Abstrak
Kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis menyebabkan tanah di Indonesia sangat subur sehingga cocok untuk bidang pertanian. Penduduk Indonesia 41 78 mengandalkan pertanian sebagai sumber penghasilan. Terutama di pulau jawa petani bercocok tanam padi dan palawija mereka masih mengandalkan cara-cara tradisional untuk mengolah lahannya terlebih dalam bercocok tanam palawija seperti kedelai. Dalam bercocok tanam kedelai mereka menggunakan batang pohon yang ujungnya di raut untuk melubangi tanah tempat kedelai ditanam. Satu orang bertugas melubangi tanah dan satu lagi bertugas memasukkan kedelai kedalam lubang tersebut. Cara ini kurang efektif karena selain memakan waktu juga membutuhkan pekerja lebih dari satu hingga dapat dipastikan beban biaya yang dikeluarkan pemilik lahan untuk membayar upah buruh sangat besar belum terhitung untuk biaya pembelian pupuk dan obat-obatan tanaman. Berangkat dari permasalahan di atas Penyusun dalam Laporan Tugas Akhir yang berjudul Rancang Bangun Alat Menanam Kedelai berusaha menuangkan ide untuk membuat alat Bantu penanam kedelai yang di harapkan dapat meringankan beban petani. Alat ini berfungsi untuk melubangi tanah sekaligus memasukkan benih kedelai kedalam lubang tersebut sehingga tidak lagi dibutuhkan buruh yang banyak untuk menanam kedelai dan petani dapat menghemat biaya pengeluaran untuk membayar upah buruh.