Skripsi
Proses kreatif menulis cerpen mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang semester tujuh angkatan 2004 tahun ajaran 2007/2008 / Ani Rahmawati Suhermanto
Abstrak
Proses menulis kreatif adalah rangkaian tindakan menulis untuk menciptakan atau meghasilkan tulisan yang baru unik dan orisinal. Kegiatan menulis cerpen termasuk dalam mata kuliah Pembelajaran Menulis Cerita dan Drama. Jadi mahasiswa dituntut untuk mampu menulis cerpen dengan ide yang orisinil sesuai dengan apa yang dirasakan dialami dan yang menjadi tujuan mahasiswa melalui tulisannya. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang proses kreatif mahasiswa dalam menulis cerpen. Tujuan tersebut dideskripsikan menjadi (1) pemunculan ide (2) penggarapan unsur pendukung dalam cerpen dilihat dari segi (a) tema (b) alur (c) penokohan (d) latar atau setting (e) amanat dan (f) sudut pandang (3) pembahasaan dalam cerpen (4) penyelesaian produk akhir cerpen serta (5) problematik yang dialami selama proses penulisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa rangkaian informasi yang berupa kata-kata dan dokumen. Subjek penelitian ini adalah enam belas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pembelajaran Menulis Cerita dan Drama. Sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua sumber data manusia dan nonmanusia. Sumber data manusia adalah mahasiswa yang menulis dan dosen pengajar sedangkan sumber data nonmanusia adalah dokumen yang berupa cerpen hasil karya mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman teks wawancara dan analisis teks cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap penentuan ide sebelum menulis penulis biasanya melakukan kegiatan menonton film dan televisi mendengarkan radio ngopi dan nongkrong membaca buku dan merenung. Penggarapan unsur pendukung dalam cerpen meliputi tema alur penokohan latar atau setting amanat dan sudut pandang. Tema yang digunakan penulis dalam penelitian ini bermacam-macam sesuai dengan ide dan tujuan penulis menulis cerpen tema tersebut meliputi pendidikan religi kesedihan sosial cinta dan keluarga. Alur yang digunakan penulis dalam menulis cerpen adalah alur maju terdapat satu penulis menggunakan alur mundur dan satu penulis menggunakan alur campuran. Penokohan yang digunakan penulis disesuaikan dengan imajinasi penulis yang telah disesuaikan dengan karakter terdapat pemberian nama yang unik dengan alas an agar memudahkan pembaca untuk mengingat tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen. Tedapat pula penokohan yang tokohnya adalah hewan (fabel). Latar yang digunakan penulis adalah latar tempat waktu dan suasana. Ketiga latar ini disesuaikan dengan imajinasi dan penglaman pribadi penulis. Dalam menentukan amanat proses kreatif yang dilakukan penulis adalah dengan membaca buku dan disesuaikan dengan pengalman pribadi dan uneg-uneg yang ada dalam hati penulis. Dalam menentukan sudut pandang tidak ada proses yang khusus karena kebanyakan penulis dalam menentukan sudut pandang mengalir disesuaikan dengan alur penulis dalam menulis. Dari segi pembahasaan cerpen yang ditulis mahasiswa menggunakan bahasa yang lugas atau bahasa yang tidak resmi tidak terlalu nyastra sehingga mudah dimengerti oleh pembaca dari kalangan manapun. Dalam menyelesaikan tulisannya penulis tidak banyak melakukan diskusi dan hanya beberapa penulis yang merevisi hasil akhir dari tulisannya. Problematik yang dihadapi penulis selama menulis cerpen adalah kurang bisa membangun suasana dalam cerpen yang ditulis membuka atau mengawali cerpen mengembangkan konflik dan kurangnya bimbingan dosen pengajar yang sering tidak hadir saat perkuliahan berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mengadakan penelitian tentang proses kreatif penulisan cerpen dengan masalah penelitian yang berbeda dan lebih lebih dalam. Bagi pembaca penelitian ini khususnya mahaiswa Jurusan Sastra Indonesia dapat menggunakan penelitian ini sebagai sumber informasi tentang proses kreatif penulisan cerpen. Bagi dosen pengajar diharapkan selalu membimbing mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan menulis sehingga mahasiswa selaku penulis pemula dapat lebih belajar lagi tentang menulis kreatif cerpen