Skripsi
Persepsi siswa terhadap penyalahgunaan narkoba dan harapan bimbingannya / Ita Rahmawati
Abstrak
ABSTRAK Rahmawati Ita. 2009. Persepsi Siswa terhadap Narkoba dan Harapan Bimbingannya. Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd (II) Drs. Harmiyanto. Kata Kunci penyalahgunaan narkoba persepsi harapan bimbingan konseling. Akhir-akhir ini masalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya semakin ramai dibicarakan dan mengkhawatirkan banyak kalangan. Saat ini peredaran narkoba semakin meluas ke berbagai tempat bahkan sekolah- sekolah. Siswa-siswa sekolah yang berada pada usia remaja telah menjadi mangsa besar bagi para pengedar narkoba. Sifat para remaja yang suka mencoba hal-hal yang menantang menjadikan remaja sebagai golongan yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa SMA Negeri 9 Malang terhadap penyalahgunaan narkoba dan untuk mengetahui harapan siswa SMA Negeri 9 Malang terhadap bimbingan dan konseling terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang. Sampel ditetapkan dengan menggunakan metode cluster random sampling. Sample diambil secara acak mewakili tiap bidang/program pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini angket terstruktur dengan empat rentangan skala jawaban yaitu Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Hasil analisis data variabel persepsi terhadap narkoba menunjukkan bahwa (1) cukup banyak siswa (89 3%) memiliki persepsi yang tepat sekali dan tepat terhadap penyalahgunaan narkoba (2) sangat sedikit siswa (10 6%) yang memiliki persepsi yang kurang tepat dan tidak tepat terhadap penyalahgunaan narkoba. Hasil analisis data variabel harapan terhadap bimbingan menunjukkan bahwa (1) sangat banyak siswa (84%) yang memiliki harapan yang tinggi (2) sangat sedikit siswa (16%) yang memiliki harapan yang rendah terhadap bimbingan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti mengemukakan beberapa saran kepada (1) kepala sekolah menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan bimbingan yang berkaitan dengan narkoba mempermudah proses surat menyurat saat akan dilaksanakan kegiatan yang bertema narkoba melakukan kontrol terhadap lingkungan sekitar sekolah agar benar-benar terhindar dari jangkauan penyalahgunaan narkoba (2) guru harus tetap ikut memantau pergaulan siswa di sekolah dan bersama personel sekolah yang lain melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar sekolah agar aman dari jangkauan penyalahgunaan narkoba. (3) Memberikan layanan informasi dengan mengadakan kegiatan nonton bareng atau problem solving dengan topik-topik berkaitan dengan narkoba dan memberikan layanan konseling pada siswa yang diduga terlibat dalam kasus narkoba (4) Orang tua i memberikan pendidikan tentang narkoba sejak dini pada anak-anaknya. dengan cara mengajak anak menonton film yang berhubungan dengan permasalahn narkoba. Dari hasil nonton anak sekaligus dapat diajak melakukan problem solving terhadap permasalahan narkoba tersebut.