Tugas Akhir
Kajian proedur dan analisis biaya pembuatan kolom laminasi (Glue Lamination Timber Column) dari bahan kayu sengon dan bambu petung studi kasus : pembuatan kolom laminasi di laboratorium Teknik Sipil Universitas Negri Malang / Budi Wibisono
Abstrak
Jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan perumahan naik dan berakibat meningkatnya kebutuhan kayu. Kebutuhan kayu yang berlebihan dan ketergantungan terhadap kayu berkualitas baik (kayu kuat) dapat mengakibatkan penebangan kayu secara besar-besaran dan kelestarian hutan akan terancam. Supaya kelestarian hutan tetap terjaga maka perlu dicari bahan bangunan lain pengganti kayu berkualitas baik (kayu kuat) dengan memanfaatkan kayu berkualitas rendah menjadi kayu yang lebih kuat lebih murah dan lebih ringan. Sehingga untuk masyarakat sendiri dapat memanfaatkan kayu berkualitas rendah sebagai peluang untuk membuka usaha. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pembuatan kolom laminasi dari kayu sengon dan bambu petung dan juga analisis biaya pembuatan kolom laminasi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan jenis deskriptif. Sebagai usaha untuk penggalian data di dalam proyek akhir ini dilakukan dengan berbagai cara yaitu Wawancara dengan pihak pihak yang terkait pembuatan kolom laminasi sehingga diperoleh data tentang prosedur pembuatan kolom laminasi dan biaya pembuatan kolom laminasi Dari hasil penelitian diketahui bahwa bahan baku untuk membuat kolom laminasi adalah kayu sengon dan bambu petung. Sedangkan bahan tambahan yang tidak kalah penting adalah perekat Urea Formaldehida dan klem. Pembuatan kolom laminasi dilakukan dengan cara lapisan kayu yang berkekuatan lemah yaitu kayu sengon diletakkan pada bagian dalam sedangkan lapisan yang berkekuatan tinggi bilah-bilahan bambu petung diletakkan pada bagian luar kemudian menempatkan papan dan bilah-bilah bambu yang diberi perekat terus di klem . Dari hasil analisis biaya dengan memanfaatkan kayu lemah kemudian direkayasa dapat menghasilkan kolom laminasi yang cukup kuat dan ekonomis dengan biaya yang relatif murah. Berdasarkan hasl penelitian ini disarankan supaya lebih memperhatikan teknologi perekatan yang meliputi jumlah lem terlabur cara mengelem komposisi campuran lem yang digunakan sesuai prosedur rata/tidak lem yang dilaburkan kekentalan adonan lem dan mengingat sangat sulit untuk memperoleh papan-papan kayu sengon dalam ukuran panjang lebih baik membuat kolom laminasi dari bahan penyusun yang disambung dan juga masyarakat dapat membuat kolom laminasi sendiri sebagai peluang usaha.