Tugas Akhir
Perancangan warning system kebakaran denagn memanfaatkan fasilitas SMS (Short Message Service) / Yunior Lanang Sartrio
Abstrak
Berdasarkan data dari Unit Pemadam Kebakaran Kota Jakarta tingginya angka kejadian kebakaran di tahun 2007 berjumlah 1700 kasus mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian material. Bencana ini banyak terjadi di daerah daerah yang padat penduduk. Di balik perkembangan fisik kota yang pesat kota-kota juga masih memiliki jalan-jalan sempit rumah padat penduduk yang belum tertata secara baik dan tidak tersedianya hydrant kebakaran yang memadai tentu saja menghambat Unit Pemadam Kebakaran melaksanakan tugasnya apabila terjadi peristiwa kebakaran. Selain itu yang memprihatinkan adalah sebagian gedung-gedung bertingkat juga belum memiliki sarana pencegahan intern yang memadai.Lemahnya peraturan rendahnya kesadaran pengelola gedung minimnya kualitas perawatan dan dukungan biaya operasional serta kurangnya pengawasan merupakan hal yang sering dirasakan sebagai faktor penghambat. Sistem pengaman yang sudah ada di pasaran dirasa kurang efektif danefisien oleh pihak masyarakat dikarenakan pemasangan instalasinya yang rumit dan harga per alat yang mahal. Jika ingin pemadaman yang maksimal maka diperlukan sistem pengaman tersebut dengan jumlah yang banyak. Dari permasalahan di atas timbulah suatu ide untuk membuat alat Perancangan Warning System Kebakaran Dengan Memanfaatkan Fasilitas SMS yang sudah teruji efektifitas dan efisiensinya. Cara kerja alat ini adalah memantau kadar asap di lokasi penempatan alat kemudian mengirimkan hasil pantauan melalui SMS jika terjadi perubahan kondisi kepada pemilik rumah atau gedung yang memerlukan. Alat ini memanfaatkan layanan SMS sebagai media pengiriman informasi karena mempunyai nilai ekonomi yang termasuk murah selain itu SMS juga merupakan media pengiriman informasi yang familiar di masyarakat. Sehingga pemerintah dan masyarakat memperoleh informasi langsung mengenai kadar asap di sekitar lokasi penempatan alat dengan layanan SMS. Alat ini juga menggunakan alarm sebagai warning system.