Skripsi
Pelabelan diri siswa dalam kelompok sosial (Studi kasus terhadap proses dan bentuk interaksi sosial siswa akselerasi tahun ajaran 2008/2009 di SMA Negeri 1 Batu) / Dewi Santri Wijaya Sari
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya label pada diri siswa dalam interaksi sosial siswa akselerasi. Pemaknaan tentang label dan alasan-alasan tentang label yang melekat pada diri siswa akselerasi akan berpengaruh pada interaksi sosial mereka. Fokus penelitian ini adalah bagaimanakah pelabelan tersebut berpengaruh terhadap bentuk interaksi sosial siswa kelas akselerasi terhadap diri dan lingkungan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pemilihan subyek penelitian menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi partisipatif wawancara mendalam triangulasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan terdapat dua label yang melekat sangat kuat pada diri siswa akselerasi yaitu label sebagai kelas Aksel-akselan dan orang-orang lebay. Label ini muncul karena dipicu oleh reaksi sosial masing-masing personil sekolah atas perilaku siswa akselerasi yang ditunjukkan. Selain itu perilaku siswa akselerasi didasari karena adanya kepuasan terhadap perilaku yang ditunjukkan dan juga adanya keinginan tersembunyi untuk mendapatkan perhatian orang lain atas perilaku yang mereka tunjukkan. Perilaku label ini ditunjukkan dengan berbagai cara dalam hampir setiap kegiatan siswa baik ketika pelajaran berlangsung ataupun saat istirahat dan juga ketika jam kosong di sekolah di mana mereka dapat melakukan interaksi sosial secara bebas. Reaksi masing-masing personil sekolah berbeda terhadap perilaku label yang ditunjukkan siswa. Reaksi ini ada yang bersifat positif dan juga negatif yang kemudian akan direspon balik oleh siswa akselerasi sesuai dengan reaksi yang ditunjukkan ketika mereka berinteraksi personil sekolah yaitu guru dan murid kelas reguler. Interaksi sosial siswa akselerasi terutama ketika berinteraksi dengan personil sekolah yang bereaksi negatif terhadap perilaku siswa tersebut. Berdasarkan temuan penelitian tersebut diberikan saran kepada pihak yang berwenang atas penyelenggara pendidikan terutama dalam perekrutan siswa akselerasi agar memperhatikan bukan hanya terpenuhinya syarat inteligensi yang tinggi namun juga minat siswa tanpa intervensi orang lain dan kesiapan siswa untuk mengikuti program akselerasi yang pelaksanaannya berbeda dari program reguler.