Skripsi
Perbedaan analisis portofolio model indeks tunggal sebelum dan sesudah Right Issue (Studi pada Perusahaan yang Listing di BEI periode Januari 2005-Desember 2007) / Badrul Rahman
Abstrak
Investasi dapat dilakukan di pasar modal yang dapat memberikan keuntungan berupa dividen tetapi tidak menutup kemungkinan investor akan mengalami kerugian (capital loss) bila harga saham pada saat dijual lebih kecil dari pada saat dibeli. Untuk meminimalkan risiko investor dapat melakukan diversifikasi saham dengan membentuk portofolio optimal. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui kondisi portofolio optimal yang meliputi return saham individu (Ri) Expected return individu E(Ri) risiko saham dan alpha pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2005-2007 sebelum dan sesudah right issue. Untuk mengetahui proporsi suatu sekuritas yang dapat membentuk portofolio optimal dengan menggunakan Model Indeks Tunggal dan untuk mengetahui terdapat perbedaan atau tidak Excess Return to beta (ERB) Cut Off Rate (Ci) sebelum dan sesudah right issue. Variabel yang digunakan adalah Portofolio Model Indeks Tunggal Sub Variabelnya adalah portofolio optimal dan proporsi portofolio optimal. Anggota populasi dalam penelitian ini adalah 46 saham perusahaan yang listing di BEI yang melakukan right issue periode Januari 2005 Desember 2007. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive random sampling dengan kriteria sampel yang diambil adalah perusahaan yang memiliki nilai expected return positif E(Ri) positif. Berdasarkan kriteria tersebut maka anggota sampel penelitian sebanyak 15 saham. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Single Index Market Model dan menggunakan analisis komparatif dengan menggunakan uji t. Data diperoleh dengan menggunakan dokumentasi. Tahap dalam pengolahan data dimulai dari perhitungan return saham return pasar expected return saham expected return market risiko sistematis risiko tidak sistematis risiko total alpha return bebas risiko excess return to beta cut off point (C ) berdasarkan cut off rate (Ci) tertinggi proporsi portofolio optimal expected return portofolio dan varian portofolio optimal. Sebelum data variabel-variabel dianalisis untuk pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan Kolmogorof Smirknof Godnes of Fit Test (K-S). Selanjutnya data tersebut di analisis dengan menggunakan statistik parametrik Paired Two Sample for Means Test (uji t). Sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa Excess Return to Beta dan cut off rate tidak berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan informasi right issue kecil sehingga tidak dapat mempengaruhi keputusan invetor dalam berinvestasi. Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh bahwa (1) Return saham individu (Ri) sebelum right issue fluktuatif dengan trend menurun secara elastis. Sesudah right issue Return saham individu (Ri) fluktuatif dengan trend mengalami kenaikan secara elastis. (2) Expected return individu E(Ri) sebelum right issue sebagian besar tergolong dalam klasifikasi rendah. Sesudah right issue sebagian besar Expected return individu E(Ri) tergolong dalam klasifikasi sedang. (3) Total risiko sebelum right issue sebagian besar tergolong dalam klasifikasi rendah. Sesudah right issue sebagian besar total risiko tergolong dalam klasifikasi sedang. (4) Alpha sebelum right issue sebagian besar tergolong dalam klasifikasi rendah. Sesudah right issue sebagian besar Alpha tergolong dalam klasifikasi sedang. (5) Setelah melalui proses pengolahan data diperoleh 3 saham yang masuk dalam portofolio optimal sebelum right issue yaitu PT Mandom Indonesia Tbk PT Multistrada Arah Sarana Tbk PT Bank Mega Tbk. Sesudah right issue diperoleh 2 saham yang masuk dalam portofolio optimal yaitu PT Inti Agri Resources Tbk dan PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. Bagi Investor hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan disarankan untuk membentuk portofolio yang terdiri dari saham-saham berbagai sektor industri. Tujuannya adalah untuk mencapai hasil yang optimal dengan risiko yang kecil karena pendapatan investor tidak hanya tergantung pada suatu sektor industri saja. Dalam melakukan investasi saham sebaiknya disamping menggunakan analisis portofolio dalam mengambil keputusan diperlukan juga analisis fundamental seperti kinerja perusahaan dan informasi lain yang sesuai serta analisis teknikal yang memperkirakan harga saham dengan mengamati perubahan harga saham dimasa lalu.