Skripsi
Kemampuan mengapresiasi cerkak dalam majalah Jayabaya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar tahun pelajaran 2008/2009 / Mohamad Afri Surahman
Abstrak
Pembelajaran bahasa daerah memerlukan bahan pembelajaran yang menarik guna meningkatkan minat siswa dalam belajar bahasa daerah. Salah satu bahan pembelajaran yang tepat untuk diajarkan dalam pembelajaran sastra (jawa) khususnya sastra daerah (jawa) adalah teks cerita. Teks cerita yang digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra disesuaikan dengan karakteristik siswa di setiap sekolah. Cerkak merupakan salah satu cerita pendek berbahasa jawa dalam majalah berbahasa jawa yang dapat digunakan untuk pembelajaran bahasa daerah. Apabila memperhatikan kondisi pembelajaran bahasa daerah yang membutuhkan bahan pembelajaran yang lebih variatif perlu dilakukan sebuah penelitian tentang kemampuan siswa dalam memahami dan mengapresiasi cerkak sebagai salah satu bahan pembelajaran bahasa daerah. Hasil dari penelitian tersebut dapat dijadikan acuan untuk menerapkan metode yang lebih tepat dalam pembelajaran bahasa daerah. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar pada tanggal 15 dan 17 November 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen berupa soal tes pilihan ganda mengapresiasi cerkak dan mengambil sampel penelitian yaitu memilih satu kelas dari sembilan kelas pada kelas VIII di sekolah tersebut. Analisis data dilakukan dengan enam langkah yaitu (1) mengubah skor ke bentuk nilai (2) menghitung frekuensi pencapaian nilai (3) tabulasi (4) mendeskripsikan hasil penelitian tentang kemampuan mengapresiasi cerkak dalam majalah Jayabaya (5) menyajikan hasil penelitian dalam bentuk grafik dan (6) menafsirkan hasil penelitian berdasarkan kriteria kemampuan yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerkak majalah jayabaya sudah memenuhi standar ketuntasan minimal 70. untuk apresiasi alur terdapat 34 siswa atau 87 18% yang memenuhi SKM. Untuk apresiasi latar cerita terdapat 38 siswa atau 97 44% siswa yang meenuhi SKM. Kemampuan apresiasi karakter terdapat 35 siswa atau 89 74% siswa yang memenuhi SKM. Untuk apresiasi tema terdapat 22 siswa atau 56 41% siswa yang memenuhi SKM. Untuk apresiasi sudut pandang terdapat 10 siswa atau 25 64% siswa yang memenuhi SKM. Sedangkan apresiasi secara keseluruhan terdapat 32 siswa atau 82 05% siswa yang memenuhi SKM. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya menggunakan medi film atau drama. Saran untuk lembaga atau instansi pendidikan dan pemeritah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan selanjutnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.