Skripsi
Penerapan metode learning cycle 5 phase untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X SMA Islam Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Himatus Sya\'adah
Abstrak
Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa pembelajaran yang diterapkan di SMA Islam Malang menunjukkan metode pembelajaran Bahasa Indonesia masih cenderung guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered) bukan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered). Pembelajaran yang dilakukan masih bersifat tutorial atau ceramah. Selain itu guru juga mengacu pada teori dan kurang mengaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekitar siswa (contextual teaching). Dari sudut pandang siswa siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut dikarenakan materi bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia cenderung membosankan karena teknik pengajaran yang diterapkan guru kurang menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Learning Cycle 5 Phase dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas X SMA Islam Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Siklus satu terdiri dari 2 kali pertemuan dan siklus dua terdiri dari 4 kali pertemuan. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi hasil tindakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan data dianalisis secara deskriptif. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data melalui observasi pada saat pembelajaran berlangsung observasi keterampilan proses pada saat pembelajaran berlangsung dan memberikan angket kepada siswa setelah pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan berbicara siswa pada tahap berbicara peningkatan tersebut dapat dilihat dari pemerolehan skor siswa. Pada pertemuan 1 siklus 1 rata-rata siswa kurang mampu menyampaikan gagasan dengan tepat baik itu dari segi kelancaran intonasi ketepatan diksi dan ketepatan ekspresi. Sebanyak 85% siswa kurang mampu berbicara dengan baik di depan kelas dan hanya 15% siswa yang bisa menyampaikan gagasannya dengan tepat. Akan tetapi setelah pertemuan kedua siklus 1 siswa mulai mengalami peningkatan baik itu dari segi kelancaran intonasi ketepatan diksi dan ketepatan ekspresi yakni sebanyak 75% dari keseluruhan siswa yang berjumlah 34 orang. Pada siklus selanjutnya siswa semakin mampu berbicara dengan teknik berbicara yang tepat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan Learning Cycle 5 Phase dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas X SMA Islam pada matapelajaran Bahasa Indonesia.