Skripsi
Pembelajaran menulis naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri I Modo Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2008/2009 / Widayadi Suhari
Abstrak
Dalam pembelajaran sastra menulis naskah drama merupakan salah satu pembelajaran sastra yang kurang diminati siswa dibandingkan dengan pembelajaran drama lain Hal ini dikarenakan memahami dan menghayati naskah drama yang berupa dialog membutuhkan ketekunan yang lebih. Tingkat SMP kelas VIII salah satu kompetensi dasar yang diajarkan dalam pembelajaran menulis sastra adalah menulis naskah drama. Untuk itu diadakanlah penelitian tentang Pembelajaran Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Modo Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2008/ 2009 yang menggunakan kurikulum KTSP 2006. Pembelajaran Menulis Naskah Drama adalah suatu proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru kepada siswanya tentang bagaimana menulis naskah drama. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis naskah drama (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis naskah drama dan (3) mendeskripsikan penilaian evaluasi pembelajaran menulis naskah drama. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah (1) data rencana pembelajaran menulis naskah drama (2) data prosedur pembelajaran menulis naskah drama dan (3) data penilaian pembelajaran menulis naskah drama. Sumber data berupa data documenter dan data empiris. Sumber data documenter berupa rencana pembelajaran yang dibuat guru sebelum mengajar dan penilaian hasil pembelajaran menulis naskah drama. Data empiris berupa prosedur pembelajaran menulis naskah drama dan penilaian proses yang diungkap melalui observasi di kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumusan perencanaan pembelajaran menulis naskah drama didasarkan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Rencana pembelajaran yang disusun guru terdiri dari kompetensi dasar hasil belajar tujuan pemilihan materi dan media perencanaan prosedur pembelajaran dan penilaian. Hasil belajar yang dirumuskan guru sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan yang disusun guru sesuai dengan hasil belajar. Materi dan media yang dirumuskan gurun sesuai dengan tujuan pembelajaran bermanfaat dan menarik minat siswa. Prosedur pembelajaran menulis naskah drama meliputi kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan kegiatan penutup. Rencana pada kegiatan pendahuluan terfokus pada tujuan pembelajaran. Kegiatan inti siswa menyusun kerangka cerita dan menentukan tokoh menulis dialog dan menyusunnya dalam naskah drama satu babak dan mengomentari naskah yang dibuat oleh siswa yang lain. Rencana kegiatan penutup meliputi siswa dan guru i melakukan refleksi dan penugasan secara individu kepada siswa untuk menulis naskah drama satu babak. Pelaksanaan pembelajaran menulis naskah drama meliputi kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran dalam kegiatan pendahuluan yaitu mengemukakan kompetensi dasar yang akan dicapai beserta indikatornya penyampaian tujuan pembelajaran pokok masalah dan memberikan model serta memberikan beberapa pertanyaan. Kegiatan inti yaitu penyampaian materi pembelajaran menulis naskah drama penentuan topik penyusunan kerangka cerita berdasarkan topik dan pengembangan kerangka cerita menjadi naskah drama menulis naskah drama penggunaan empat teknik pembelajaran yakni diskusi unjuk kerja penugasan dan konsultasi kepada guru. Kegiatan penutup yaitu penyampaian informasi tentang pengumpulan tugas menulis naskah drama yang belum selesai. Penilaian pembelajaran meliputi penilaian proses dan hasil. Penilaian proses meliputi kemampuan bekerjasama partisipasi dalam kelompok ketekunan siswa dalam mengerjakan tugas dan ketepatan proses dalam merencanakan dan menyusun naskah drama. Penilaian hasil berupa penilaian lembar kerja siswa menulis naskah drama yang dikumpulkan kepada guru. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar guru melaksanakan kegiatan penutup melakukan refleksi dan memberikan kesempatan siswa untuk memberi kesan dan saran.