Skripsi
Penerapan metode kooperatif think pair share pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Studi di SMP Negeri 6 Malang) / Handini Fian Elvanah
Abstrak
ABSTRAK Elvanah Handini Fian. 2009. Penerapan Metode Kooperatif Think Pair Share pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Studi di SMP Negeri 6 Malang). Skripsi Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih M.Si (II) Drs. Margono M.Pd. M.Si. Kata kunci Metode Kooperatif Think Pair Share Pendidikan Kewarganegaraan Kegiatan pembelajaran merupakan merupakan cara guru untuk membelajarkan siswa. Pemilihan metode pembelajaran oleh guru harus mempertimbangankan beberapa faktor salah satunya kebutuhan siswa mengemukakakn ide dan pendapatnya serta kebutuhan untuk berinteraksi dengan yang lain. Salah satu metode pembelajaran yang memperhatikan hal tersebut adalah metode kooperatif think pair share. Metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir bertukar pikiran saling berbagi dan berinteraksi dengan teman. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui penerapan metode kooperatif think pair share pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 6 Malang (2) mengetahui hambatan yang ditemui dalam penerapan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan metode kooperatif think pair share di SMP Negeri 6 Malang (3) mengetahui cara mengatasi hambatan dalam penerapan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan metode think pair share di SMP Negeri 6 Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari guru bidang studi pendidikan kewarganegaraan SMP Negeri 6 Malang dan data sekunder. Materi pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Menganalisis penyimpangan-penyimpangan terhadap konstitusi yang berlaku di Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi wawancara dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan tentang penerapan metode pembelajaran kooperatif think pair share pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 6 Malang. Sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar guru menyiapkan beberapa hal antara lain materi pembelajaran buku-buku pelajaran/refrenesi yang relevan dengan materi serta media yang akan digunakan yaitu artikel-artikel koran majalah serta OHP. Hal pertama yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai dengan menggunakan metode kooperatif think pair share pertama guru memberikan penjelasan tentang materi penyimpanganpenyimpangan terhadap konstitusi yang berlaku di Indonesia. Setelah guru menyampaikan materi guru membagi kelas menjadi delapan kelompok. Tahap selanjutnya yaitu siswa diberikan lembar kerja untuk dikerjakan secara individu (tahap think) jawaban yang sudah diselesaikan secara individu (pada tahap think) didisikusikan bersama kelompok kecil yang terdiri dari dua orang siswa yaitu teman sebangku (tahap pair). Hasil diskusi pada tahap pair tersebut kemudian didiskusikan bersama dengan kelompok besar yang terdiri dari lima orang siswa. Setelah berdiskusi dengan kelompok besar hasil diskusi tersebut dipresentasikan di depan kelas pada tahap share. ii Evaluasi atau penilaian hasil belajar dalam pelajaran PKn yaitu dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung dan pemberian tugas pada akhir pembelajaran. Evaluasi untuk mengetahui penguasaan konsep biasanya dilakukan dalam bentuk ulangan harian yang diadakan tiap satu kali materi pokok sudah selesai. Hambatan yang ditemukan selama proses pembelajaran antara lain berasal dari segi siswa yakni siswa-siswa yang pasif dengan metode ini mereka akan ramai dan mengganggu teman-temannnya. Tahap pair siswa yang seharusnya menyelesaikan soal dengan berdiskusi bersama pasangan satu bangku dengannya tetapi masih suka memanfaatkan kegiatan ini untuk berbicara di luar materi pelajaran menggantungkan pada pasangan dan kurang berperan aktif dalam menemukan penyelesaian serta menanyakan jawaban dari soal tersebut pada pasangan yang lain. Jumlah siswa di kelas juga berpengaruh terhadap pelaksanaan metode think pair share ini. Jumlah siswa yang ganjil berdampak pada saat pembentukan kelompok. Akibatnya terdapat kelompok yang beranggotakan lebih dari 2 (dua) siswa. Hal ini akan memperlambat proses diskusi pada tahap pair karena pasangan lain telah menyelesaikan sementara satu siswa tidak mempunyai pasangan. Hambatan lain yang ditemukan yaitu dari segi waktu. Kelemahan lain yang terjadi pada tahap think adalah ketidaksesuaian antara waktu yang direncanakan dengan pelaksanaannya.Hal ini dikarenakan siswa yang suka mengulur-ulur waktu dengan alasan pekerjaan belum diselesaikan. Hal ini berdampak pada hasil belajar ranah kognitif yaitu siswa kurang menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya. Metode ini membutuhkan banyak waktu karena terdiri dari 3 (tiga) langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa yang meliputi tahap think pair share. Untuk mengatasi hambatan dalam penerapan metode kooperatif think pair share yaitu guru akan berkeliling kelas dengan mengingatkan kembali tahap-tahap yang harus siswa lalui. Hal tersebut dilakukan agar siswa tertib dalam melalui setiap tahapnya dalam proses pembelajaran ini. Guru akan memberikan point pada siswa jika siswa tersebut mengajukan pertanyaan menjawab pertanyaan atau memberikan sanggahan pada tahap share.