Tugas Akhir
Analisis kinerja pendapatan daerah melalui rasio kemandirian keuangan Pemerintah Kabupaten Magetan / Bagus Rahmad Vitanto
Abstrak
ABSTRAK Rahmad V Bagus. 2009. Analisis Kinerja Pendapatan Daerah Melalui Rasio Kemandirian Keuangan Pemerintah Kabupaten Magetan. Tugas Akhir. Program Studi DIII Akuntansi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Suparti M.P. Kata Kunci Otonomi Daerah Pendapatan Daerah Rasio Kemandirian. Indonesia adalah negara yang menganut azas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Dengan demikian setiap daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (otonomi daerah). Sebagai daerah otonom harus mempunyai kemampuan untuk menyelenggarakan perundang-undangan sendiri keuangan sendiri serta pegawai sendiri. Penyelenggaraan keuangan sendiri dimaksudkan agar setiap daerah dapat menghasilkan pendapatan daerah sendiri (Pendapatan Asli Daerah) dan tidak hanya tergantung dari dana transfer pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Pembahasan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pendapatan daerah di Kabupaten Magetan dan untuk mengetahui tingkat kemandirian keuangan daerah di Kabupaten Magetan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. Metode pengumpulan data dalam penyusunan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi wawancara metode pustaka dan juga observasi. Perkembangan pendapatan daerah di Kabupaten Magetan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 mengalami peningkatan yang berfluktuatif. Peningkatan yang signifikan terjadi pada tahun 2006 pendapatan Kabupaten Magetan meningkat hingga lebih dari 50% penyebab utamanya adalah karena pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi juga meningkat hampir 50% dari tahun 2005. Kontribusi PAD di Kabupaten Magetan masih dibilang cukup rendah yaitu sekitar 7% dari total pendapatan daerah di Kabupaten Magetan. Sedangkan rasio kemandirian keuangan di Kabupaten Magetan bisa dibilang cukup rendah yaitu berkisar antara 6% sampai 9%. Rasio kemandirian keuangan di Kabupaten Magetan terus mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2006 dan pada tahun 2007 mengalami peningkatan yang tidak terlalu besar. Dari penulisan tugas akhir ini dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kemandirian keuangan Kabupaten Magetan masih dibilang cukup rendah dan cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Untuk itu disarankan agar PAD di Kabupaten Magetan lebih bisa ditingkatkan antara lain dengan cara pembangunan BUMD melihat kontribusi laba BUMD terhadap PAD dari tahun ke tahun masih cukup rendah. Dengan pembangunan BUMD maka lapangan pekerjaan di Kabupaten Magetan pun juga akan bertambah.