Tugas Akhir
Analisis realisasi anggaran pendapatan sebagai alat evaluasi kinerja pelayanan pada perusahaan daerah air minum (PDAM) Tulungagung / Mega Anastasia Widyati
Abstrak
ABSTRAK Widyati Mega Anastasia.2009. Analisis Realisasi Anggaran Pendapatan sebagai Alat Evaluasi Kinerja Pelayanan pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tulungagung. Tugas Akhir. Program D-III Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Yuli Widi Astuti S.E M.Si Ak. Kata kunci analisis realisasi anggaran pendapatan kinerja pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tulungagung adalah Perusahaan Daerah Air Minum milik Pemerintah Daerah Tulungagung yang berfungsi sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan penyediaan air bersih juga menghasilkan pendapatan daerah. Kinerja PDAM tersebut dinilai berdasarkan keberhasilan pencapaian (realisasi) anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena bergerak dalam bidang penyediaan air bersih maka kinerja yang dinilai adalah kinerja pelayanannya. Tujuan dari analisis ini adalah (1) mengetahui bagaimana realisasi anggaran pendapatan (2) bagaimana kinerja pelayanan PDAM selama periode 2005-2007 analisis yang sedangkan pemecahan masalahnya adalah dengan menggunakan metode least square dan deskriptif kualitatif dan analisis yang digunakan adalah analisis varians. Pencapaian target pendapatan yang berupa penyediaan air bersih periode 2005-2007 yaitu sebesar 105 29% 92 34% 84 21% dari anggaran yang ditetapkan. Realisasi tersebut berasal dari pendapatan penjualan air yang mencapai 102 29% 91 11% 83 13% dari anggaran yang telah ditentukan. Realisasi penjualan non air sebesar 87 72% 59 50% 45 09% dari anggarannya dan realisasi pendapatan lain-lain sebesar 533 9% 613 13% 576 37% dari yang telah ditetapkan. Maka dapat disimpulkan bahwa hanya pada tahun 2005 saja anggaran pendapatan dapat dicapai realisasinya dengan baik hal ini dikarenakan ada penyesuaian tarif pada bulan Juni dan penambahan sambungan rumah (SR) baru sebanyak 857 unit SR. Jadi kinerja PDAM dalam pencapaian target yang ditetapkan baik hal itu disebabkan pada saat dilakukan penyusunan anggaran dipertimbangkan pula kenailkan tarif yang dilakukan 2 tahun sekali. Adanya kenaikan tarif diimbangi dengan adanya perbaikan kualitas maupun kuantitas fasilitas penunjang pelayanan PDAM. Oleh karena itu pada setiap tahunnya pihak PDAM melaksanakan evaluasi dan mengadakan program dan kegiatan yang bersifat memperbaiki mutu dari PDAM itu sendiri. Hal tersesbut dilakukan agar sesuai dengan tujuan visi dan misi dari PDAM yang telah ditetapkan sebelumnya.