Skripsi
Pengaruh variasi kuat magnet serta putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar spesifik mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar / Hendrik Fajar Trisila
Abstrak
ABSTRAK Fajar Trisila Hendrik 2008. Pengaruh Variasi Kuat Medan Magnet Serta Putaran Mesin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Mesin Diesel Berbahan Bakar Campuran Minyak Jarak dan solar. Skripsi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UM. Pembimbing (I) Sukarni S. T. M. T. (II) Dr. Marji M. Kes. Kata Kunci Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Kuat Medan Magnet Putaran Mesin. Krisis energi yang terjadi di dunia khususnya dari bahan bakar fosil yang bersifat non renewabel disebabkan dari semakin menipisnya cadangan minyak bumi. Cadangan sumber daya minyak bumi di Indonesia diperkirakan tinggal 9 milliar/barel dengan tingkat produksi 500 juta barel/tahun maka cadangan bumi di Indonesia tinggal 18 tahun. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan memicu kenaikan biaya hidup serta biaya produksi. Dengan dikeluarkanya Perpres No 5 Tahun 2006 perihal Kebijakan Energi Nasional yang bertujuan mengembangkan energi yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan terjangkau. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan dan mengembangkan sumber energi alternatif yang terbarukan. Salah satu dari energi alternatif tersebut ialah bahan bakar nabati misal tebu jagung dan ketela yang mampu menghasilkan bahan bakar sekelas premium sedangkan minyak buah jarak sebagai pengganti minyak tanah dan solar. (Sumber Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia V5. N5 Agustus 2003 hal. 169-172 /Humas-BPPT/ANY) Selain ditemukannya berbagai sumber energi alternatif pada tahun 2007 beredar alat tambahan yang berupa magnet bahan bakar untuk meningkatkan performansi dan efisiensi motor bakar diesel. Dengan magnetisasi terjadi keteraturan molekul pada hidrokarbon dari bahan bakar tersebut sehingga memudahkan terjadinya reaksi tumbukan dan pembakaran akan menjadi lebih sempurna. Tingkat kesempurnaan pembakaran merupakan salah satu hal yang dapat memperbaiki unjuk kerja mesin. Selain itu diperlukan uji kelayakan pemasangan magnet misalnya pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar spesifik (Anang Sugianto 2007) Dengan latar belakang tersebut kemudian muncul permasalahan seberapa besar kuat medan magnet yang dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar spesifik pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan apakah ada perbedaan yang signifikan konsumsi bahan bakar spesifik pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar tanpa medan magnet dan menggunakan medan magnet 0 122 Tesla 0 245 Tesla dan 0 368 Tesla pada putaran mesin 1300 rpm 1600 rpm 1900 rpm 2200 rpm dan 2500 rpm. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan konsumsi bahan bakar spesifik pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar tanpa medan magnet dan menggunakan medan magnet 0 122 Tesla 0 245 Tesla dan 0 368 Tesla pada putaran mesin 1300 rpm 1600 rpm 1900 rpm 2200 rpm dan 2500 rpm. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Motor Bakar FT Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 12 dan 15 Desember 2008 dan di Laboratorium Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang pada tanggal 15 Desember 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial (design faktorial). Sesuai dengan rumusan masalah dan jenis penelitian teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Dalam menguji hipotesis yang diajukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan konsumsi bahan bakar pada motor diesel antara tanpa medan magnet menggunakan medan magnet 0 122 Tesla 0 245 Tesla dan 0 368 Tesla pada putaran 1300 rpm 1600 rpm 1900 rpm 2200 rpm dan 2500 rpm dengan metode Anava dua jalur dengan taraf signifikan 0 05 dengan menggunakan program SPSS for Windows 13. Hasil penelitian ini menemukan (1) Ada pengaruh variasi kuat medan magnet terhadap konsumsi bahan bakar spesifik (SFCe) pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar. Untuk variasi kuat medan magnet yang mengkonsumsi bahan bakar yang paling ekonomis adalah variasi kuat medan magnet 0 368 Tesla untuk semua putaran mesin (2) Ada pengaruh putaran mesin yang berbeda terhadap konsumsi bahan bakar sesuai variasi kuat medan magnet pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar. (3) Penambahan kuat medan magnet pada saluran bahan bakar mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar dengan variasi 0 122 T 0 245 T dan 0 368 T dapat memberikan pengaruh unjuk kerja motor diesel. Penambahan kuat medan magnet pada motor diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar dengan variasi 0 122 T 0 245 T dan 0 368 T pada putaran mesin 1600 dan 2500 dengan interval 300 rpm dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar spesifik jika dibandingkan tanpa penambahan medan magnet. Untuk putaran 2500 rpm dengan variasi kuat medan magnet 0 122 T 0 245 T dan 0 368 T unjuk kerja mesin diesel empat langkah turun untuk semua parameter yang di hitung dibandingkan dengan tanpa penambahan medan magnet. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi kuat medan magnet berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan bakar spesifik. Konsumsi bahan bakar spesifik pada putaran mesin bervariasi terdapat perbedaan yang nyata untuk mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar.