Tugas Akhir
Analisa marshall terhadap campuran aspal beton menggunakan agregat bergradasi No.II dan V SNI 03-1737-1989 / Yudha Sucianto
Abstrak
Kualitas jalan sangat dipengaruhi oleh gradasi agregat. Dalam SNI 03-1737-1989 disebutkan bahwa nomer gradasi agregat dapat dibedakan mulai dari no.I hingga no.XI. Oleh karena itu permasalahan yang dihadapi adalah pemilihan jenis gradasi yang tepat agar diperoleh campuran aspal beton yang dapat memenuhi spesifikasi. Berawal dari ketatnya spesifikasi mengenai penggunaan bahan jalan terutama untuk campuran aspal beton maka perlu adanya penelitian yang lebih fokus pada campuran aspal beton itu sendiri dengan menggunakan agregat bergradasi tertentu. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sifat-sifat Marshall campuran aspal beton menggunakan agregat bergradasi no.II dan V SNI 03-1737-1989 serta kadar aspal optimum untuk lalulintas sedang agar campuran aspal beton dapat berfungsi dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan sifat-sifat campuran aspal beton menggunakan agregat bergradasi no.II dan V yaitu pada kadar aspal yang rendah stabilitas campuran gradasi no.II nilainya lebih rendah daripada gradasi no.V tetapi pada kadar aspal yang tinggi campuran gradasi no.II nilai stabilitasnya lebih besar dari gradasi no.V. Nilai Flow pada kadar aspal yang rendah adalah sama. Tetapi pada kadar aspal yang tinggi gradasi no.II mempunyai kelelehan yang lebih besar daripada gradasi no.V. VIM gradasi no.II pada kadar aspal yang rendah nilainya lebih kecil daripada no.V. Namun pada kadar aspal yang tinggi VIM gradasi no.V justru lebih kecil daripada no.II. Nilai VMA mulai dari kadar aspal yang rendah hingga tinggi adalah relatif sama. Nilai Marshall Quotient gradasi no.II lebih kecil apabila menggunakan kadar aspal yang sama tetapi pada kadar aspal yang tinggi nilai Marshall Quotient gradasi no.V mempunyai nilai yang lebih rendah. Kadar aspal optimum campuran aspal beton untuk lalulintas sedang apabila menggunakan gradasi no.II adalah 6.25% dan gradasi no.V adalah 6.75%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan agregat yang berbeda nomer gradasinya.