UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kecerdasan emosianal anak kembar yang diasuh bersama / Amnina Aulia Toga

Toga, Amnina Aulia - Nama Orang;

Abstrak
Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengenal emosi diri sendiri dan orang lain berempati mengelola emosi diri sendiri memotivasi diri dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Kembar yang diasuh bersama (twins reared together) adalah kembar identik (MZ twins) atau kembar fraternal (DZ twins) yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama. Berbeda dengan kembar yang dibesarkan terpisah kembar yang dibesarkan bersama ini berbagi materi genetik dan pengaruh spesifik dari lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model penelitian fenomenologi. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang anak kembar yang diambil dari 4 (empat) pasang anak kembar yang dibesarkan bersama. Penelitian terhadap subyek I dilakukan di Desa Kademangan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar penelitian terhadap subyek II dilakukan di Desa Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar penelitian terhadap subyek III dilakukan di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar dan penelitian terhadap subyek IV dilakukan di Desa Bening Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan dan wawancara. Dalam penelitian ini digunakan dua macam triangulasi sebagai cara untuk memeriksa keabsahan data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional anak kembar yang dibesarkan bersama yaitu subyek I (La) dan subyek III (Pa) memiliki kecerdasan emosi yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan subyek I (La) dan subyek III (Pa) dalam mengenal emosi diri sendiri mengelola emosi memotivasi diri mengenal emosi orang lain atau berempati dan membina hubungan sosial dengan orang lain.. Kecerdasan emosional subyek I (La) dan subyek III (Pa) ini dipengaruhi oleh pola asuh otoritatif yang diterapkan orangtua subyek dan adanya interaksi positif antara orangtua subyek dengan subyek. Subyek II (Va) memiliki kecerdasan emosional yang cukup. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan subyek II (Va) dalam mengenal emosi diri sendiri mengelola emosi mengenal emosi orang lain atau berempati dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Namun demikian subyek II (Va) memiliki kemampuan yang cukup dalam memotivasi diri. Kecerdasan emosional subyek II (Va) ini dipengaruhi oleh pola asuh permisif yang diterapkan orangtua subyek dan kurangnya interaksi positif antara orangtua subyek dengan subyek. Sementara itu subyek IV (Ga) memiliki kecerdasan emosional yang kurang. Subyek IV (Ga) mampu mengenal emosi diri sendiri tetapi subyek IV (Ga) memiliki kemampuan yang kurang dalam mengelola emosi memotivasi diri mengenal emosi orang lain atau berempati dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Kecerdasan emosional subyek IV (Ga) ini dipengaruhi oleh pola asuh permisif yang diterapkan orangtua subyek dan kurangnya interaksi positif antara orangtua subyek dengan subyek. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada orangtua anak kembar agar mengajarkan kecerdasan emosional kepada anak-anak sejak dini sebab keluarga merupakan sekolah pertama untuk mempelajari emosi. Selain itu disarankan kepada orangtua agar menerapkan pola asuh otoritatif kepada anak-anaknya sebab hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki pola asuh otoritatif akan memiliki anak-anak yang baik kecerdasan emosionalnya. Disarankan pula bagi para orangtua yang memiliki anak kembar agar mengasuh anak kembar secara bersama sebab dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak kembar yang diasuh bersama menunjukkan kecerdasan emosional yang baik terutama dalam kemampuan mengenal emosi diri sendiri mengenal emosi orang lain dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Dapat disarankan pula kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kecerdasan emosional anak kembar yang dibesarkan terpisah dan penelitian lebih lanjut mengenai perbedaan antara kecerdasan emosional anak kembar yang dibesarkan bersama dengan anak kembar yang dibesarkan terpisah.


Informasi Detail
DDC
Rs 155.2 TOG k
Prodi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Psikologi, 2009.
Deskripsi Fisik
x, 185 + [11] hlm. : il. : tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00704/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2009
Subjek
1. KECERDASAN EMOSIONAL
2. ANAK KEMBAR

Pembimbing
1. SRI WENI UTAMI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik