Tesis
Perbedaan penerapan strategi pembelajaran troubleshooting dan strategi pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar kompetensi tune up motor bensin siswa kelas III Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Pekerjaan UMUM Malang / Achmad Rachmandar
Abstrak
ABSTRAK Rachmandar Achmad. 2007. Perbedaan Penerapan Strategi Pembelajaran Troubleshooting dan Strategi Pembelajaran Konvensional terhadap Hasil Belajar Kompetensi Tune Up Motor Bensin Siswa Kelas III Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Pekerjaan Umum Malang. Tesis Program Studi Pendidikan Kejuruan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Mardi Wiyono S.T. M.Pd (II) Drs. Andoko M.T. Kata kunci strategi pembelajaran troubleshoting hasil belajar kompetensi tune up Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kompetensi tune up motor bensin antara siswa yang menggunakan strategi pembelajaran troubleshooting dan siswa yang menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan post-test only with control grup design. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 3 MO-1 dan 3 MO-2 SMK Pekerjaan Umum Malang sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran troubleshooting (X1) dan pembelajaran konvesional (X2) serta hasil belajar kompetensi tune up motor bensin (Y) sebagai variabel terikatnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t yang sebelumnya dilakukan pengujian persyaratan analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homoginitas. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman pengetahuan dan kinerja siswa yang menggunakan strategi pembelajaran troubleshooting 18 (45 00%) siswa memiliki kemampuan sangat baik 22 (55 00%) siswa memiliki kemampuan baik dan rerata pemahaman pengetahuan siswa adalah 81 63. Hasil analisis kinerja siswa 11 (27 50%) siswa memiliki kemampuan sangat baik 27 (67 50%) siswa memiliki kemampuan baik 2 (5 00%) siswa memiliki kemampuan cukup dan rerata 80 04. Sedangkan pemahaman pengetahuan dan kinerja siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional 1 (2 50 %) siswa memiliki kemampuan sangat baik 19 (47 50%) siswa memiliki kemampuan baik 20 (50 00%) siswa memiliki kemampuan cukup dan rerata pemahaman pengetahuan siswa adalah 67 50. Hasil analisis kinerja siswa 24 (60 00%) siswa memiliki kemampuan baik 16 (40 00%) siswa memiliki kemampuan cukup dan rerata 71 00. Berdasarkan hasil analisis t-tes diperoleh t 6 136 signifikan pada 0 000 (