Skripsi
Pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, dan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan terhadap tingkat underpricing saham perdana (Di Bursa Efek Indonesia Periode 2002-2006) / Dianis Niswatul Laila
Abstrak
ABSTRAK Laila Dianis Niswatul. 2008. Pengaruh Reputsi Auditor Reputasi Underwriter dan Persentase Kepemilikan Saham yang Ditawarkan terhadap Tingkat Underpricing Saham Perdana di BEI periode 2002-2006. Pembimbing (I) Eka Ananta Sidharta S.E. M.M. Ak. (II) Dra. Endang Sri Andayani S.E. M.Si Ak. Kata Kunci Repotasi Auditor Reputasi Underwriter Persentase Kepemilikan Saham Underpricing Saham. Perusahaan dalam memperbesar modal akan menambah kepemilikan saham dengan menawarkan saham. Beredarnya saham perusahaan ke tangan public mengindikasikan bahwa perusahaan telah berubah dari perusahaan pribadi menjadi perusahaan public atau yang sering dikenal dengan go public. Persiapan untuk go public perusahaan akan melibatkan pihak-pihak antara lain adalah penjamin emisi akuntan public (auditor independen) notaris konsultan hukum dan wali amanat. Apabila penentuan harga saham pada pasar perdana secara material lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan pada hari pertama yang terjadi di pada pasar sekunder dengan saham yang sama maka terjadi apa yang disebut underpricing. Perusahaan yang akan go public harus menerbitkan prospectus yang menyajikan laporan keuangan dan harus diaudit oleh auditor. Factor lain yang mempengaruhi tingkat underpricing adalah persentase kepemilikan saham yang ditawarkan oleh pemegang saham lama. Penelitian ini bermaksud untuk meneliti adanya Pengaruh Reputasi Auditor Reputasi Underwriter dan Persentase Kepemilikan Saham yang Ditawarkan terhadap Tingkat Underpricing Saham Perdana di BEI periode 2002-2006. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan go public yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dari 1 Januari 2002 sampai 31 Desember 2006. Perusahaan yang menjadi sample penelitian memenuhi criteria berikut 1. Perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2002-2006 2. Mengalami underpricing 3. Memiliki data lengkap sebagai variable penelitian. Perusahaan yang menjadi sample penelitian ini kebanyakan tidak menggunakan auditor dan underwriter yang bereputasi karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap auditor dan underwriter. Sedangkan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan tidak digunakan investor sebagai informasi tentang prospek perusahaan. Hasil dari penelitian menunjukkan Secara parsial dan simultan tidak ada pengaruh yang signifikan antara reputasi auditor reputasi underwroter dan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan terhadap tingkat underpricing saham perdana. Hal ini berarti reputasi auditor reputasi underwroter dan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan tidak dapat memprediksikan prospek perusahaan termasuk ketidakpastian seperti underpricing.