Tesis
Faktor-faktor yang berhubungan dengan ketaatan pada peraturan K3 las siswa SMK se Malang Raya / Eko Djulianto
Abstrak
ABSTRAK Djulianto Eko Drs. 2008. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketaatan Pada Peraturan K3 Las Siswa SMK Se Malang Raya. Tesis Program Studi Pendidikan Kejuruan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ir. H Djoko Kustono M.Pd. (II) Drs. Isnandar M.T. Kata Kunci faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja K3 las SMK se Malang Raya Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seberapa besar faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap siswa di SMK se Malang Raya dalam mentaati peraturan K3 las. Ada 4 faktor yang dapat diungkap yaitu (1) pengetahuan K3 siswa (2) kondisi manajerial K3 sekolah (3) keteladanan K3 guru Diklat las dan (4) sarana prasarana K3 las. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik analisis regresi linier ganda. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah 1.018 siswa kelas II semester 4 SMK se Malang Raya jurusan mesin perkakas tahun ajaran 2007/2008 pada pembelajaran kerja las dengan sasaran 13 SMK. Dengan pedoman Monogram Harry King selanjutnya 255 siswa dijadikan sebagai responden dari sampel yang diambil secara random. Pengumpulan data penelitian sepenuhnya dengan angket. Sebelum angket disebar peneliti melakukan uji instrumen kepada responden dengan mengambil sampel sebanyak 30 siswa (pembulatan dari 10 % jumlah sampel) yang diperoleh dari 2 SMK Swasta dan 1 SMK Negeri masing-masing 10 siswa. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa tiap-tiap item instrumen yang digunakan telah memenuhi syarat validitas dan realibilitas sebagai alat ukur data penelitian. Uji validitas instrumen menggunakan analisa r Product Moment dari Pearson Correlations dan Uji realibilitas menggunakan analisa r Product Moment dari Spearman-Brown Correlations. Agar analisa regresi linier ganda memenuhi syarat pengujian maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas linieritas multikolinier dan heteroskedastisitas. Uji normalitas menggunakan analisis statistik satu sampel Kolmogrov-Smirnov (Uji K-S) dan grafik Normal P-P Plot dengan diagram pencar (Scatter plot) uji linieritas menggunakan analisis Anova uji multikolinier dan uji heteroskedastisitas didasarkan pada nilai koefisien korelasi dan diagram Scatter plot yang semuanya dilakukan dengan bantuan komputer yang menggunakan software SPSS (Statistic Package for Social Science) versi 10.01. Penelitian ini berhasil mengungkap (1) pengetahuan K3 siswa 84 30 % berhubungan dengan sikap siswa di SMK se Malang Raya dalam mentaati peraturan K3 las 54 30 % memberi sumbangan relatif (SR) dan 43 16 % memberi sumbangan efektif (SE) (2) kondisi manajerial K3 las 59 10 % berhubungan dengan sikap siswa di SMK se Malang Raya dalam mentaati peraturan K3 las 10 80 % memberi sumbangan relatif (SR) dan 8 59 % memberi sumbangan efektif (SE) (3) keteladanan K3 guru Diklat las 79 10 % berhubungan dengan sikap siswa di SMK se Malang Raya dalam mentaati peraturan K3 las 28.21 % memberi sumbangan relatif (SR) dan 22 43 % memberi sumbangan efektif (SE) (4) sarana prasarana K3 las 62 10 % berhubungan dengan sikap siswa di SMK se Malang Raya dalam mentaati peraturan K3 las 7 09 %memberi sumbangan relatif (SR) dan 5 63 % memberi sumbangan efektif (SE). Nilai koefisien determinasi (R2) juga membuktikan bahwa kontribusi variabel pengetahuan K3 Siswa keteladanan K3 guru diklat las kondisi manajerial K3 sekolah dan sarana prasarana K3 las secara signifikan berpengaruh terhadap sikap siswa dalam mentaati peraturan K3 las sebesar 79 50 % sementara 20 50 % masih dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain di luar penelitian ini. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini disimpulkan bahwa (1) faktor-faktor seperti pengetahuan K3 las kondisi menejerial K3 las keteladanan guru K3 diklat las dan sarana-prasarana K3 las sangat berhubungan dengan sikap siswa dalam mentaati peraturan K3 las. Dimana tingkat signifikansi tertinggi hingga terendah dari faktor yang berhubungan dengan sikap siswa dalam mentaati peraturan K3 las SMK se Malang Raya adalah pengetahuan K3 las (84 30 %) keteladanan K3 guru diklat las (79 10 %) sarana-prasarana K3 (62 10%) kondisi menejerial K3 las (59 10 %) dan (2) penulis beranggapan bahwa selama ini materi K3 yang sudah cukup terintegrasi dengan mata-mata diklat produktif namun kurang efektif karena hanya dominan pada tingkat pemahaman pengetahuan siswa saja. Dalam rangka mendukung penyelenggaraan K3 di SMK peneliti juga memberikan beberapa saran (1) mengingat faktor pengetahuan siswa dan keteladanan guru tentang K3 las merupakan unsur utama kompetensi bagi seorang guru matadiklat las maka perlu adanya perhatian serta pemahaman yang serius dari pimpinan lembaga sekolah untuk mengelola SDM agar menjadi SDM yang potensial seiring kinerja guru las di sekolah yang maksimal betul-betul kompeten dan mampu bertanggung jawab pada pelaksanaan K3 (2) sarana prasarana yang memadai yang disertai pemenuhan Alat Pelindung Diri ( Personal Protective Equipment) yang tidak hanya sekedar prasyarat minimal kerja las di bengkel (3) penanganan menejerial K3 yang sejalan dengan penerapan di industri dan (4) diperlukan format inovatif program kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran SAR dll.