Tugas Akhir
Rancang bangun alat pemeras biji jarak dengan sistem hidrolik / Rahmat Hidayat, Asmu\'i
Abstrak
Cadangan energi fosil semakin hari semakin berkurang padahal kebutuhannya cenderung meningkat. Karena kondisi itulah diperkirakan bahwa energi fosil pada waktu tertentu akan habis terkonsumsi. Perkiraan yang ekstrem menyebutkan minyak bumi akan habis jika dikonsumsi terus-menerus selama 200 tahun. Adapun batu bara akan habis terpakai dalam 400 tahun (Alamsyah 2006 5). Lonjakan harga minyak yang mencapai US 145/barel sangat mempengaruhi aktifitas perekonomian di berbagai belahan dunia meskipun saat ini harganya cenderung menurun yang berkisar pada angka US 40/barel (Jawa pos 24 Desember 2008). Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki tiga ancaman serius yakni a. Menipisnya cadangan minyak bumi yang diketahui jika tidak ada penemuan sumur minyak baru. b. Kenaikan/ketidakstabilan harga akibat tingkat permintaan yang lebih besar daripada produksi minyak. c. Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakarfosil. Oleh karena itu pengembangan dan implementasi bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Untuk menghadapi krisis kelangkaan BBM dan kenaikan harga BBM di Indonesia pemerintah mulai menggali sumber-sumber energi alternatif. Salah satunya adalah minyak jarak. Saat ini minyak jarak sudah mulai mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak yang dimulai oleh ITB kemudian diikuti oleh IPB dan selanjutnya diikuti oleh berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta termasuk berbagai lembaga pendidikan dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Pemanfaatan minyak jarak untuk biodiesel telah dilakukan di India Mesir Brazil dan beberapa negara di Afrika seperti Mali Zimbabwe Tanzania dan Ghana. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Biodiesel Jatropha memiliki kandungan bahan bakar dan penampilan yang sangat mirip dengan bahan bakar diesel (solar). Oleh karena itu Biodiesel Jatropha dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis mesin diesel secara langsung tanpa perlu dimodifikasi lagi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim Ahli dari Laboratorium Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan Nedo dan Mitsubishi Research Institute (MIRI) dari Jepang telah mampu menghasilkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar dengan bahan baku 100 persen minyak jarak (jatropha oil). Selain dari jarak pagar bahan baku biodisel juga dapat diperoleh dari kelapa sawit dan biji bunga matahari. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh minyak jarak adalah sebagai berikut a. Memiliki karakter pembakaran yang relatif bersih sehingga ramah lingkungan. b. Memiliki nilai pembakaran (bilangan setana) yang lebih tinggi dari minyak diesel/solar. Dengan demikian pembakaran yang dihasilkan oleh biodiesel lebih sempurna dari minyak solar. c. Merupakan sumber energi yang dapat diperbarui. Sebagai sumber energi alternatif minyak jarak memiliki potensi yang sangat besar. Tetapi hingga saat ini belum banyak masyarakat yang memanfaatkannya secara maksimal. Hal ini tidak terlepas dari minimnya sosialisasi terhadap masyarakat. Hingga saat ini penelitian di bidang biodiesel terus berlangsung terutama di kalangan perguruan tinggi. Selain sebagai sarana pembelajaran hal ini juga dilakukan karena melihat prospek biodiesel yang sangat bagus. Untuk melakukan itu semua mereka membutuhkan sebuah alat atau mesin yang bias membantu proses pengolahan biji jarak menjadi minyak jarak yang berkapasitas kecil untuk skala penelitian. Berdasarkan latar belakang di atas maka kami berinisiatif untuk merancang sebuah Mesin Pemeras Biji Jarak dengan Sistem Hidrolik dengan kapasitas kecil yang dilengkapi dengan mekanisme pengeluaran ampas secara otomatis yang sangat sesuai untuk skala penelitian.