Skripsi
Penggunaan media kucur (Buku curhat) untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang / Frida Dwiana Rahmawati
Abstrak
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab V Standar Kompetensi Lulusan Pasal 25 Ayat (3)dijelaskan bahwa kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa (termasuk Bahasa Indonesia) ditekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan (Depdiknas 2007). Berdasarkan PP di atas dapat diketahui bahwa kemampuan menulis siswa berperan penting dalam kelulusan peserta didik. Pada kenyataannya siswa mengalami kesulitan pembelajaran menulis terutama menulis puisi. Siswa kesulitan memilih ide diksi rima dan amanat puisi dengan tepat. Kesulitan ini disebabkan karena kurangnya pemahaman siswa mengenai puisi dan bagaimana cara menulis puisi yang baik. Minimnya guru dalam menggunakan media untuk merangsang siswa menulis puisi juga menjadi salah satu penyebab kesulitan siswa dalam menulis puisi. Masalah seperti ini juga dialami oleh siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang. Siswa di sekolah ini mengalami kesulitan menulis puisi sehingga kemampuan menulis puisi siswa rendah. Oleh sebab itu perlu diadakan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu caranya dengan penggunaan media Kucur (Buku Curhat). Kucur dalam penelitian ini merupakan media pembelajaran dalam bentuk buku curhat siswa yang berisi pengalaman mengesankan sebagai rangsangan untuk menulis puisi. Dari Kucur tersebut siswa akan menemukan diksi rima dan amanat sehingga puisi yang dihasilkan bisa ekspresif dan reflektif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dengan jumlah 25 siswa 15 putra dan 10 putri. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia SMP Sriwedari Malang. Peneliti juga meminta batuan kepada dua orang teman untuk membantu pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini dimulai tanggal 10-28 November 2008. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes kinerja lembar observasi wawancara dan catatan lapangan. Dari hasil pretes siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang diketahui nilai rata-rata kelas rendah yaitu sebesar 22. Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan diksi rima dan amanat.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penggunaan media Kucur (Buku Curhat) dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dalam memilih diksi puisi. Hal ini ditandai oleh adanya peningkatan hasil kerja siswa pada siklus I ke siklus II. Pada siklus I peningkatan kemampuan siswa dalam memilih diksi kurang maksimal disebabkan oleh kurangnya siswa memanfaatkan media Kucur. Siswa belum mampu menentukan kata-kata kunci dalam Kucur dan belum mampu melakukan editing untuk katakata kunci yang dihasilkan sehingga siswa belum mampu membuat diksi yang puitis dan figuratif. Pada siklus II penggunaan media Kucur lebih maksimal sehingga kemampuan siswa dalam memilih diksi juga meningkat. Siswa mampu menghasilkan diksi yang puitis dan figuratif. Berdasarkan presentase kenaikan siswa dalam memilih diksi sebesar 89%. Penggunaan media Kucur (Buku Curhat) juga dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dalam memilih rima puisi. Hal ini ditandai oleh adanya peningkatan hasil kerja siswa dalam memilih rima dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I peningkatan kemampuan siswa dalam memilih rima puisi kurang maksimal disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan media Kucur dalam menghasilkan bait-bait yang harmonis. Siswa belum mampu merangkai kata-kata kunci menjadi bait-bait puisi dengan memperhatikan keindahan bunyi. Pada siklus II siswa sudah mampu merangkai kata-kata kunci menjadi bait-bait puisi dengan mempertimbangkan keharmonisan bunyi sehingga rima puisi yang dihasilkan membentuk musikalitas. Berdasarkan presentase kenaikan siswa dalam memilih rima sebesar 111%. Penggunaan media Kucur (Buku Curhat) dapat pula meningkatkan kemampuan siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dalam menentukan amanat puisi. Hal ini ditandai oleh adanya peningkatan hasil kerja siswa menentukan amanat yang tepat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I peningkatan kemampuan siswa dalam menentukan amanat puisi kurang maksimal disebabkan oleh kurang tepatnya siswa memilih cerita yang akan ditulis dalam Kucur sehingga puisi yang dihasilkan kurang bersifat reflektif. Pada siklus II pemilihan cerita dalam Kucur lebih tepat sehingga puisi yang dihasilkan reflektif dan lebih bernilai. Berdasarkan presentase kenaikan siswa dalam memilih rima sebesar 104%. Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa media Kucur berhasil meningkatkan kemampuan siswa menulis puisi khususnya ketepatan aspek diksi rima dan amanat. Media ini digunakan dengan tahapan-tahapan yang telah direncanakan pada proses perencanaan siklus. Dari hasil skor siswa diketahui adanya peningkatan kemampuan menulis puisi. Oleh sebab itu hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan untuk pembelajaran menulis puisi.