Skripsi
Hewan makrobentos sebagai indikator ekologi di sungai brantas / Ericka Darmawan
Abstrak
ABSTRAK Darmawan Ericka. 2008. Hewan Makrobentos sebagai Indikator Ekologi di Sungai Brantas. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Fathurrachman M.Si (II) Dra. Susriyati Mahanal M.Pd. Kata kunci sungai Brantas hewan makrobentos komunitas. Ekosistem sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia di Daerah Pengaliran Sungai (DPS). Aktivitas manusia di DPS sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan air sungai di daerah pemukiman industri dan irigasi pertanian. Dengan demikian secara langsung atau tidak sampah atau limbah pemukiman industri dan pertanian masuk ke dalam sungai termasuk di Sungai Brantas Malang Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) komposisi (2) kepadatan populasi dan (3) keanekaragaman dari komunitas hewan makrobentos di sungai Brantas (4) kualitas air di Sungai Brantas (5) spesies hewan makrobentos yang berperan sebagai indikator ekologi di Sungai Brantas dan (6) faktor-faktor fisika-kimia yang paling berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman hewan makrobentos di Sungai Brantas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan tanggal 14 Juli 2007 27 April 2008 di Sungai Brantas Malang. Pengambilan hewan makrobentos dilakukan dengan menggunakan jala Surber dengan ukuran 40cmx30cm. Pengambilan sampel dilakukan pada lima stasiun pengamatan dengan enam kali ulangan. Pengamatan serta identifikasi hewan makrobentos dilakukan di ruang BIO 209 jurusan Biologi Universitas Negeri Malang dengan menggunakan mikroskop stereo. (1) Analisis secara kualitatif digunakan untuk membahas komposisi hewan makrobentos (2) analisis secara kuantitatif digunakan untuk menghitung kepadatan populasi dan (3) keanekaragaman hewan makrobentos khusus untuk menghitung indeks keanekaragaman (H ) hewan makrobentos menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wienner dan perbedaan keanekaragaman hewan makrobentos diuji dengan analisis varian satu jalur dan diuji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) (4) kualitas air ditentukan berdasarkan analisis secara terpadu faktor abiotik dan biotik (5) spesies indikator ditetapkan berdasarkan kriteria Kendeigh (1980) dan (6) Pengaruh faktor fisika-kimia terhadap keanekaragaman hewan makrobentos diuji menggunakan analisis statistik regresi berganda. Pada penelitian ini ditemukan 15 taksa hewan makrobentos di Sungai Brantas. Terdapat perbedaan kepadatan populasi dan keanekaragaman spesies di Sungai Brantas. Hasil analisa secara terpadu menunjukkan stasiun II dan IV belum tercemar stasiun I III dan IV tercemar ringan. Spesies indikator untuk lingkungan yang telah tercemar adalah Hydropsyche sp Chironomus sp Melanoides tuberculata dan Melanoides punctata. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kelimpahan hewan makrobentos di Sungai Brantas adalah Total Suspended Solid (TSS). Penulis menyarankan Bagi masyarakat yang tinggal disekitar stasiun I dapat memanfaatkan air untuk kepentingan rumah tangga sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di stasiun II III IV dan IV disarankan agar tidak memanfaatkan air sungai untuk kepentingan rumah tangga karena termasuk dalam kategori pencemaran ringan.