Tugas Akhir
Pengamatan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV semester I di SDN Sentul 2 Kota Blitar / Suwarni Nur Kumalasari
Abstrak
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia aspek berbicara sangat penting karena untuk menyiapkan siswa dalam berkomunikasi dengan orang lain di lingkungan masyarakat. Tetapi pada kenyataan di lapangan siswa masih sulit berbicara dengan orang lain. Hal ini disebabkan karena guru dalam pembelajarannya kurang mampu memotivasi siswa sehingga siswa mudah bosan dan melakukan penyelewengan. Untuk mengungkapkan kesulitan berbicara anak tersebut pengamatan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SD Sentul 2 Kota Blitar (2)mendeskripsikan kendala-kendala yang mempengaruhi pelaksanaan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar (3) mendeskripsikan cara untuk mengatasi kendala-kendala yang mempengaruhi pelaksanaan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar. Pengamatan ini dilakukan di SDN Sentul 2 Kota Blitar kelas IV dengan siswa yang berjumlah 36 anak. Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penulisan deskriptif dan pengumpulan data melalui observasi wawancara studi pustaka dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan penulis pembelajaran keterampilan berbicara di SDN Sentul 2 Kota Blitar sudah berjalan runtut dan lancar. Dalam pembelajarannya guru menggunakan metode ceramah tanya jawab dan diskusi kelompok. Dengan metode tersebut hasilnya cukup memuaskan namun kebanyakan siswa mengalami kesulitan berbicara berkaitan dengan penguasaan kosa kata yang masih minim lafalan dan intonasi yang salah ucapannya tersendat-sendat serta bahasa yang digunakan masih tercampur dengan bahasa Jawa/daerah. Untuk mengatasi hal tersebut guru melakukan tanya jawab dan diskusi dengan siswa. Kesimpulan yang dapat diambil dari pengamatan ini disarankan agar guru dalam pembelajaran keterampilan berbicara pelajaran Bahasa Indonesia harus lebih kreatif dan inovatif memilih media pembelajaran misalnya dengan melengkapi media yang semula hanya berupa gambar ditambah dengan media benda kemudian metode yang digunakan adalah demonstrasi yaitu melalui demonstrasi cara membaca petunjuk pemakaian benda tersebut misalnya deterjen.