Skripsi
Perbedaan actual return, risk of return, trading volume activity (TVA) dan bid ask spread sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2001-2006 / Luluk Pujayanti
Abstrak
ABSTRAK Pujayanti Luluk. 2008.Perbedaan Actual Return Risk Of Return Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Sebelum dan Sesudah Merger pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2001-2006. Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo M.M (II) Yuli Soesetio S.E M.M. Kata kunci Merger Actual Return Risk Of Return Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Memasuki era pasar bebas dan perubahan kondisi ekonomi yang relatif lebih cepat membawa dampak yang signifikan terhadap dunia usaha. Persaingan yang sangat ketat harus dilakukan oleh perusahaan agar tetap kompetitif di pasar. Karena itu setiap perusahaan dituntut untuk selalu berkinerja dan mengembangkan strategi usaha yang tepat untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha Alternatif yang dapat digunakan perusahaan untuk mempertahankan eksistensi dan mengembangkan perusahaan adalah melalui ekspansi dan yang sedang marak terjadi adalah merger. Merger adalah penggabungan usaha dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu perusahaan bertahan dengan namanya sendiri sedang yang lain berhenti sebagai entitas hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Actual Return Risk Of Return Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Sebelum dan Sesudah Merger Pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2001-2006. Variabel dalam penelitian ini adalah Actual Return Risk Of Return Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif (causal comparative research).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia yang melakukan merger pada periode tahun 2001-2006 sebanyak 19 perusahaan. Sampel penelitian diperoleh berdasarkan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria-kriteria tertentu sehingga diperoleh 8 perusahaan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji normalitas dengan uji Kolmogorof Smirnof Godnes of Fit Test (K-S) dan selanjutnya uji perbedaan yaitu uji-t jika data terdistribusi normal dan uji Wilcoxon Signed Rank Test jika data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi kenaikan rata-rata actual return sebelum dan sesudah merger (2) terjadi penurunan rata-rata risk of return sebelum dan sesudah merger (3) terjadi peningkatan rata-rata trading volume activity saham sebelum dan sesudah merger (4) terjadi penurunan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah merger (5) ) tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata actual return sebelum dan sesudah merger (6) terdapat perbedaan signifikan rata-rata risk of return sebelum dan sesudah merger (7) terdapat perbedaan signifikan rata-rata trading volume activity saham sebelum dan sesudah merger serta (8) tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah merger. Berdasarkan hasil tersebut saran untuk emitten harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam melakukan kebijakan merger sehingga kebijakan merger mampu meningkatkan sinergi positif bagi perusahaan untuk investor sebelum investor mengambil keputusan terhadap peristiwa merger terlebih dahulu harus memikirkan dengan baik dampak kedepan merger terhadap investor apakah akan memberikan return yang tinggi sedangkan untuk penelitian selanjutnya pengambilan sampel dan variabel dapat ditambah jumlahnya atau menambah jumlah periode pengamatan.