Skripsi
Prediksi kebangkrutan model Zmijewski X-Score dan model Altman (Z-Score) serta hubungannya dengan harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2003-2007 / Gusta Dwi Vidhianto
Abstrak
ABSTRAK Vidhianto Gusta Dwi. 2008. Prediksi Kebangkrutan Model Zmijewski (X-Score) dan Model Altman (Z-Score) Serta Hubungannya Dengan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003 2007. Skripsi. Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). DR. Agung Winarno M.M. (II) Drs. Moh. Hari M.Si. Kata Kunci Kebangkrutan Model Zmijewski (X-Score) Model Altman (ZScore) Harga Saham Perkembangan dunia usaha di Indonesia saat ini cukup pesat kenyataan tersebut ditunjukkan oleh semakin banyaknya perusahaan yang didirikan baik itu perusahaan manufaktur perusahaan dagang maupun perusahaan jasa. Secara umum tujuan dari semua perusahaan adalah mendapatkan laba yang optimal. Namun pada kenyataannya tidak semua perusahaan mampu menjaga tingkat likuiditasnya. Prediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan tidak dapat dilihat hanya dari laporan keuangannya saja tetapi harus diuji dengan menggunakan Model Zmijewski (X-Score) dan Model Altman (Z-Score) untuk memastikan bahwa suatu perusahaan dalam keadaan sehat kesulitan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kebangkrutan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI serta hubunganya dengan harga saham. Penelitian ini menggunakan sampel 5 perusahaan manufaktur dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dan one way anova dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 15.0. Hasil penelitian menunjukkan 1) Adanya potensi kebangkrutan perusahaan yang dihitung dengan Model Zmijewski (X-Score) yaitu diketahui bahwa sebagian besar perusahaan mengalami keadaan rawan. 2) Adanya potensi kebangkrutan perusahaan yang dihitung dengan Model Altman (Z-Score) yaitu diketahui bahwa sebagian besar perusahaan mengalami keadaan rawan. 3) Tidak terdapat perbedaan antara Model Zmijewski (X-Score) dan Model Altman (Z-Score). 4) Terdapat hubungan antara analisis X-Score dengan harga saham namun hubungannya lemah dan tidak searah. 5) Terdapat hubungan antara analisis ZScore dengan harga saham yang cukup kuat dan searah. Dari hasil penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan alternatif model yang lain untuk memperkuat hasil analisis prediksi kebangkrutan perusahaan yang telah diteliti sehingga dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan laba yang optimal sekaligus dapat memberikan informasi yang berharga sebelum melakukan keputusan investasi pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Serta Dalam melakukan penelitian sebaiknya menggunakan model Altman (Z-Score) karena memiliki tingkat sensitivitas tertinggi antara kedua model prediksi kebangkrutan dalam penelitian ini.