Tugas Akhir
Sistem pengendalian intern persedian farmasi pada Rumah Sakit Aisyiyah Malang / Arik Anggraeni
Abstrak
A. ABSTRAK Arik Anggraini. 2008. Sistem Pengendalian Intern Persediaan Farmasi Pada Rumah Sakit Aisyiyah Malang. Tugas Akhir Program Studi Diploma-III Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Suparti M.P. Kata Kunci Sistem Persediaan Pengendalian Intern. Sistem adalah suatu jaringan prosedur atau kumpulan sumberdaya yang saling berhubungan menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan dalam mencapai tujuannya. Keberadaan sistem dan prosedur akuntansi yang baik dan sesuai untuk diterapkan adalah suatu hal yang penting bagi suatu perusahaan. Semakin baik sistem dan prosedur akuntasi yang diterapkan semakin kuat Sistem Pengendalian Intern yang dimiliki. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk mencegah adanya kecurangan-kecurangan pencurian persediaan dan kesalahan-kesalahan terutama terhadap kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan. Model Sistem Pengendalian Intern yang dilakukan oleh Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang inilah yang menarik untuk dikaji dalam penulisan tugas akhir ini. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui 1. Bagaimana strategi yang dilaksanakan dalam penentuan persediaan farmasi. 2. Bagaimana prosedur pendistribusian persediaan farmasi pada Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah data yang berhubungan dengan penentuan strategi persediaan farmasi dan prosedur pendistribusian persediaan farmasi yang diperoleh selama praktik kerja lapangan di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Metode pengumpulan data yang dilakukan antara lain 1) metode observasi 2) wawancara 3) dokumentasi. Setelah menganalisa data penulis menyimpulkan bahwa Sistem Pengendalian Intern persediaan farmasi pada Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang belum dilakukan atau dilaksanakan dengan baik atau kurang lengkapnya pencatatan-pencatatan yang seharusnya lebih diperhatikan lagi oleh Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Berdasarkan pembahasan masalah di atas maka saran dari penulis adalah 1) Dalam penentuan strategi sebaiknya SPI diterapkan lebih baik lagi khususnya untuk pengewasan setiap kegiatan 2) sebaiknya bagian gudang tidak terlalu menggunakan perkiraan tetapi benar-benar menerapkan metode yang telah adap 3) Sebaiknya prosedur pendistribusian persediaan farmasi dilakukan pencatatan secara jelas dan tegas untuk mengetahui arah prosedur pendistribusian tersebut mulai dari bagian gudang bagian apotik dan akuntansi.