Tugas Akhir
Perlakuan akuntansi pendapatan kontrak jasa konsultan teknik dan manajemen pada PT. (Persero) Indra Karya Cabang I Malang / Ira Kusumastuti
Abstrak
ABSTRAK Kusumastuti Ira. 2008. Perlakuan Akuntansi Pendapatan Dalam Kontrak Jasa Konsultasi Teknik Dan Manajemen Pada PT. (Persero) Indra Karya Cabang 1 Malang. Tugas akhir Jurusan Akuntansi Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Yuli Widi Astuti SE. M.Si. Ak. Kata kunci pendapatan kontrak Pendapatan adalah salah satu elemen penting penyusun laporan laba rugi karena besarnya pendapatan yang diakui pada suatu periode akuntansi akan berpengaruh pada beasrnya laba rugi yang akan diakui oleh perusahaan. Permasalahan yang timbul pada perusahaan jasa konsultasi teknik dan manajemen adalah kapan pendapatan dan biaya kontrak dari suatu proyek dapat diakui dan dialokasikan khususnya untuk proyek jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijaksanaan perusahaan mengenai penerapan metode pengakuan pendapatan kontrak jasa konsultasi dan menganalisis ketepatan serta keefektifan penggunaan metode pengakuan pendapatan pada perusahaan jasa konsultasi serta kesesuaian dengan kondisi perusahaan dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Ada tiga metode yang dapat diterapkan oleh perusahaan jasa konsultasi dalam mengakui pendapatannya yaitu metode persentase penyelesaian dengan pendekatan progress phisik atau biaya ke biaya serta metode kontrak selesai. Dalam hal ini PT. (Persero) Indra Karya Cabang I Malang sebagai perusahaan jasa konsultasi yang diteliti menggunakan metode persentase penyelesaian dengan pendekatan progress phisik dalam pengakuan pendapatannya dari perhitungannya didapatkan hasil sebagai berikut pendapatan yang diakui mulai periode I sampai periode IV adalah sebesar Rp. 26.152.672 - Rp. 204.207.360 - Rp. 195.774.690 - dan Rp. 143.640.278 -. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode persentase penyelesaian dengan pendekatan biaya ke biaya diperoleh hasil yang lebih proporsional yaitu dengan pengakuan pendapatan sebesar Rp. 7.691.962 - di periode I dan Rp. 290.813.161 - Rp. 167.342.917 - serta Rp. 103.926.960 - pada periode-periode selanjutnya. Untuk metode kontrak selesai pengakuan pendapatan hanya dilakukan diakhir pelaksanaan proyek dengan nilai senesar Rp. 569.775.000 -. Penerapan biaya ke biaya lebih mendekati nilai pendapatan yang seharusnya diakui setiap peiodenya karena ketidaktepatan dan ketidakefektifan penerapan metode pengakuan pendapatan akan berpengaruh terhadap penyajian laporan keuangan khususnya pada laporan laba rugi. Dari hasil analisis dan evaluasi diperoleh kesimpulan bahwa penerapan metode pengakuan pendapatan dengan pendekatan progress phisik kurang tepat dan efektif sehingga disarankan untuk menggunakan metode yang sama dengan pendekatan biaya ke biaya karena pendekatan ini mampu menghasilkan laporan dan informasi yang lebih akurat dan mendekati kelyakan sebagi salah satu syarrat dalam menyajikan laporan keuangan yang baik dan tepat saji.