Tugas Akhir
Efektifitas penggunaan pondasi strous dibandingkan pondasi tiang pancang pada proyek pembangunan Pondok Pesantren Jl. Bonowati No. 25 Surabaya / Fahrizal Ari Kurniawan
Abstrak
Pondasi adalah struktur perantara yang memiliki fungsi meneruskan beban bangunan di atasnya (termasuk berat sendiri) menuju tanah tempat pondasi berpijak tanpa mengakibatkan kerusakan tanah atau tanpa mengakibatkan terjadinya penurunan di luar batas toleransinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan pondasi strouss dibandingkan pondasi tiang pancang. Penelitian ini dilaksanakan pada proyek pembangunan pondok pesantren Jl. Bonowati No. 25 Surabaya. Model penelitian yang daimbil adalah model konseptual yaitu model yang bersifat analitis yang menjelaskan komponen-komponen yang akan diteliti serta keterkaitan antar komponen. Metode yang dugunkan untuk mengumpulkan data adalah dengan interviuw (wawancara) observasi dan dokumentasi). Dari data-data tersebut dilakukan analisa melalui perbandingan antara teori dan pelaksanaan dari masing-masing komponen kemudian menyimpulkan hasil penelitian Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pondasi strouss lebih efektif digunakan pada proyek pembangunan pondok pesantren Jl. Bonowati No. 25 Surabaya karena kedudukan tanah keras yang tidak terlalu dalam hal ini karena pondasi strouss bekerja dengan lebih mengutamakan daya dukung dasar tiang karena menggunakan beton pracetak dan tinggal melakukan pemancangan pondasi tiang pancang akan membutuhkan waktu yang lebih cepat sementara untuk pondasai strouss harus melakukak pengeboran dan pengecoran ditempat namun demikian untuk pondasi tiang pancang akan terkendala lokasi proyek yang berada pada daerah padat penduduk sehingga pondasi tiang pancang sulit dilakukan untuk pondasi strouss membutuk pekerja yang lebih banyak dibandingkan pondasi tiang pancang yang membutuhkan 2 sampai 3 orang pekerja sebagai operator dan pengawas namun untuk pondasi tiang pancang membutuhkan tenaga ahli untuk pemasangannya berbada pondasi strouss yang tidak begitu membutuhkan tenaga ahli tidak menimbulkna masalah dilingkungan sekitas berbeda debgan pondasi tiang pancang yang dalam pelakasanaan menimbulkan getaran dalam pemancangan yang dapat mengabitakan kerusakan bangunan disekitar proyek Dari hasil penelitian ini menunmjukakn bahwa pondasi strouss lebih cocok digunakan dan disarankan untuk menggunakan pondasi strouss dengan diameter 50 cm sedlam -6.00 meter dari permukaan tanah dengan jumlah 2 pada masing-masing titik.