Skripsi
Studi komparatif kinerja keuangan bank konvensional dan bank syariah yang listing di BEI tahun 2003-2006 / Moch. Wahyu Widodo
Abstrak
ABSTRAK Widodo M.W. 2008. Study Komparatif Kinerja Keuangan Bank Konvensional dan Bank Syariah. (Tahun 2003-2006) Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mohammad Hari M.Si. (2) Ely Siswanto S.Sos. M.M. Kata kunci Bank Konvensional Bank Syariah Likuiditas Kinerja Keuangan Bank Industri perbankan adalah salah satu katalisator pertumbuhan ekonomi suatu Negara terlebih lagi jika dilihat bahwa bank berfungsi sebagai alat intermediasi (Financial Intermediari) atau perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang memerlukan dana (devisit unit) serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran . Berbeda dengan bank konvensional ketika krisis melanda bank syariah mempu bertahan lebih baik dari pada bank konvensional sehingga setelah krisis bank syariah mengalami pertumbuhan yang signifikan. UU No. 10 Tahun 1998 memuat tentang landasan hokum yang kuat bagi pihak bank dan juga investor untuk mendirikan bank syariah baru ataupun membuka Unit Usaha Syariah. Sistem ekonomi Islam mengutamakan kemaslahatan bersama dengan distribusi pendapatan yang adil serta pengendalian aliran-aliran kekayaan. Dampak pada bank syariah dengan sistem yang berlaku di dalamnya akan memberi nuansa yang berbeda dalam memperlancar aliran dana maupun investasi. Berbeda sistem bunga yang diyakini juga bahwa tingkat suku bunga berdampak pada aliran investasi yang artinya semakin tinggi suku bunga semakin tinggi pula terbendungnya tingkat aliran investasi dari masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum kinerja dan perbedaan rasio likuiditas rentabiltas dan solvabilitas antara bank konvensional dan syariah merujuk pada tujuan tersebut maka laporan keuangan bank yang diteliti dianalisis dengan menggunakan metode analisis rasio ( cross sectional approach). Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan (bank) dapat menjamin kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rasio rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana asset yang dimiliki perusahaan dapat menghasilkan laba. Rasio solvabilitas adalah rasio yang untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis yang digunakan adalah sample t tets paired dengan standar level of signifikansi 945 5% Kesimpulan atas hasil penelitian ini jika dilihat pada likuiditas tercermin Current Ratio terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan bank konvensional dan bank syariah Selain itu perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah pada rasio ini adalah terdapat pada produk yang dihasilkan oleh bank syariah lebih banyak dibanding bank konvensional sehingga mempengaruhi aktiva lancar itu sendiri. Rentabilitas diukur dengan return on asset terdapat perbedaan yang signifikan antara bank konvensional dan bank syariah. Bank konvensional lebih efektif dalam menghasilkan laba dari asset yang dimiliki. Return On Asset (ROA) dibanding bank syariah. Solvabilitas diukur dengan debt to equity ratio terdapan perbedaan yang signifikan kinerja keuangan antara bank konvensional dan bank syariah. Kemampuan kinerja bank konvensional dalam menutup hutang-hutangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan modal sendiri lebih baik dari pada kemampuan bank syariah.