Skripsi
Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari tahun 1144 - 1170 caka: tinjauan geohistori / Dhanang Tri
Abstrak
ABSTRAK Hatmaji Dhanang Tri. 2008. Kutharaja Sebagai Ibukota Kerajaan Singhasari Tahun 1144 -1170 Caka Tinjauan Geohistori. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Blasius Suprapta M. Hum (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati M. Hum. Kata Kunci Kutharaja Singhasari Ibukota Geohistori. Penelitian ini didasari oleh permasalahan bahwa Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari berada di daerah Dataran Tinggi Malang dan diapit oleh dua sungai yaitu Sungai Brantas di sebelah barat dan Sungai Bango di sebelah timur. Dataran Tinggi Malang mempunyai peranan penting bagi kemunculan pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan besar di Dataran Tinggi Malang. Kerajaan besar pada masa kuno di wilayah Malang di antaranya adalah kerajaan Singhasari. Kerajaan Singhasari berada di DataranTinggi Malang yang secara geografis dipagari oleh pegunungan dan Sungai Brantas yang mengitarinya. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini meliputi beberapa hal sebagai berikut. Pertama mengetahui letak Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari. Kedua mengetahui kondisi lingkungan geografis daerah Dataran Tinggi Malang. Ketiga mengetahui sumber daya lingkungan geografis dan artefaktual yang terdapat di Kutharaja yang membuktikan daerah tersebut merupakan bekas ibukota Kerajaan Singhasari. Keempat untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan geografis alamiah dengan pemilihan Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji Kutharaja sebagai ibukota Singhasari adalah pendekatan kualitatif yang berusaha mengungkapkan permasalahan secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks. Penelitian ini deskriptif- geohistori sehingga memerlukan observasi untuk pengumpulan data dan. Obyek terteliti dalam penelitian ini adalah lingkungan geografis alamiah Kutharaja dan artefaktual yang terdapat di Kutharaja. Metode observasi harus digunakan untuk jenis penelitian diskriptif-geohistori dan menggunakan ilmu bantu berupa arkeologi-ruang untuk menjawab rumusan masalah yang keempat yakni dengan membuat analisis secara sistematis dan akurat mengenai hubungan kondisi lingkungan geografis daerah Dataran Tinggi Malang dengan penentuan Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama Kutharaja sebagai ibukota Kerajaan Singhasari terletak di daerah Dataran Tinggi Malang Kutharaja diapit oleh dua sungai yakni Sungai Bratas di sebelah Barat dan Sungai Bango di sebelah Timur yang dimasa sekarang secara administratif berada di Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kodya Malang. Kedua Daerah Dataran Tinggi Malang dikelilingi oleh gunung-gunung sehingga sangat strategis dan ideal untuk tempat didirikannya suatu kerajaan seperti kerajaan Singhasari . Ketiga di daerah Kutharaja terdapat sumber daya lingkungan geografis seperti sungai lahan yang datar dan jenis tanah regosol. Selain sumber daya lingkungan ii geografis tersebut di daerah Kutharaja juga terdapat artefaktual seperti gua pertapaan arca dwarapala batu candi batu lumpang batubata kuno batu pipisan batu gilas patirtan dan parit. Keempat Daerah Kutharaja termasuk daerah aliran sungai Brantas yang memiliki ketinggian dibawah 500 meter dari atas permukaan air laut (450 meter dpl) dan Kutharaja merupakan daerah celah gunung api yang mengelilingi Dataran Tinggi Malang. Jenis tanah yang terdapat di daerah Kutharaja adalah jenis tanah regosol. Tanah regosol sangat identik dengan tanah Brahmana tanah yang ideal dan dianggap suci untuk didirikannya ibukota seperti yang tersebut dalam kitab Manasarashipa Sastra dan Silpa Prakarsa. Saran-saran yang dapat disumbangkan berkaitan dengan tubuh keilmuan dan masalah praksis. Bertalian dengan tubuh keilmuan yang mewadahi penelitian ini yaitu geohistori hasil penelitian ini dapat lebih diperdalam lagi yakni dengan cara mengkaji perpindahan ibukota kerajaan Singhasari dari Kutharaja menuju Singosari (dimasa sekarang). Adapun kaitannya dengan masalah praksis disarankan agar hasil penelitian tentang Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari ini dapat disosialisaaikan ke publik.