Tugas Akhir
Studi pelaksanaan pondasi \"pile cap\" pada pembangunan rumah sakit Mardi Waluyo Jl. Kalimantan No. 113 Blitar / Slamet Riyadi
Abstrak
Bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan kita seperti halnya pembangunan Rumah Sakit Mardi Waluyo. Permasalahannya adalah bagaimana cara mendirikan suatu bangunan sesuai dengan prosedur yang benar. Pondasi merupakan struktur bagian bawah yang berfungsi untuk menyalurkan beban struktur atas ke lapisan tanah pendukungnya. Maka dari itu dalam mendirikan bangunan memerlukan metode dan pengawasan yang ketat. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan serta perhitungan pondasi pile cap. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan beton khususnya pekerjaan pondasi pile cap serta mengetahui bagaimana perhitungan struktur pile cap. Studi ini dilakukan di proyek Pada Pembangunan Rumah Sakit Mardi Waluyo Jl. Kalimantan No. 113 Blitar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara memeriksa kelengkapa data. Hasil studi pelaksanaan pekerjaan pondasi pile cap tersebut adalah sebagai berikut. Ada dua macam pile cap yang dibuat pada pembangunan RS Mardi Waluyo yaitu pile cap berbentuk persegi panjang dengan ukuran 150 x 60 x 30 cm menggunakan dua tiang pancang dan pile cap yang berbentuk persegi dengan ukuran 150 x 150 x 30 cm menggunakan empat tiang pancang. Tiang pancang yang digunakan adalah 20 cm x 20 cm dengan panjang 8 m. Metode pelaksanaannya dilakukan bertahap yakni pelaksanaan galian tanah pembongkaran ujung tiang pancang pekerjaan lantai kerja pekerjaan tulangan pekerjaan bekisting pekerjaan pengecoran finishing dan curing. Menurut perhitungan secara manual untuk kekuatan geser diperoleh tebal pelat yang mencukupi untuk menahan gaya geser tanpa memerlukan tulangan geser karena diperoleh Vc Vu. Sedangkan dari perhitungan luas tulangan diperoleh tulangan untuk kedua arah sama dengan tulangan D16 100. Serta diperoleh panjang penyaluran yang disyaratkan lebih kecil dari panjang penjangkaran dibawah pertemuan kolom dengan pondasi sehingga panjang penyaluran untuk gaya tekan dapat dilakukan. Sedang dari perhitungan dengan mencoba dimensi yang lebih kecil diperoleh hasil yang tidak memenuhi syarat.