Tugas Akhir
Perbandingan pekerjaan konstruksi plat lantai menggunakan beton ready mix cor setempat dengan beton pracetak (precast) ditinjau dari segi pelaksanaan dan kecepatan pengerjaan / Yusuf Kurniawan Hady
Abstrak
ABSTRAK Hady Yusuf Kurniawan. 2009. Perbandingan Pekerjaan Konstruksi Plat Lantai Menggunakan Beton Ready Mix Cor Setempat dengan Beton Pracetak (Precast) Ditinjau dari Segi Pelaksanaan dan Kecepatan Pengerjaan. Proyek Akhir Program studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing Drs. Prijono Bagus Susanto S.T. M.T. Kata kunci plat lantai cor setempat pracetak (precast) Kemajuan teknologi dunia konstruksi semakin meningkat. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Metode pelaksanaan pengecoran untuk pekerjaan plat lantai beton dilakukan menggunakan beton cor setempat dengan ready mix. Selain itu digunakan pula sistem precast untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan plat lantai pada konstruksi bangunan bertingkat. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi plat lantai dengan menggunakan beton ready mix cor setempat (konvensional) mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi plat lantai dengan menggunakan beton precast dan mengetahui perbandingan kecepatan pekerjaan konstruksi plat lantai dengan menggunakan beton ready mix cor setempat (konvensional) dibandingkan dengan menggunakan beton precast. Studi lapangan ini dilaksanakan pada Proyek Renovasi Rumah Tinggal 2 Lantai di Jalan Raya Langsep Nomor 6 Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi lapangan wawancara dokumentasi foto dan studi pustaka. Untuk mengetahui perbandingan kecepatan pengerjaan antara metode cor setempat dan sistem precast didapat dengan membandingkan kegiatan harian pada Proyek Pembangunan Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang Jalan Karya Wiguna Tegal Gondo Malang. Dari hasil studi lapangan ini dapat disimpulkan bahwa metode pelaksanaan plat lantai sistem precast terdiri dari (1) plat precast yang digunakan merupakan jenis half slab precast dengan ketebalan 12 cm. Tebal slab precast adalah 7 cm (2) pengecoran half slab di tempat fabrikasi menggunakan ready mix K-400 (3) penulangan untuk plat precast dengan menggunakan PC Wire 4 mm sama dengan tulangan yang digunakan untuk topping slab pekerjaan pemasangan perancah dengan menggunakan scaffolding (4) erection plat precast dengan menggunakan mobile crane (5) pengecoran topping slab di lapangan menggunakan beton ready mix K-300. Perbandingan kecepatan pekerjaan plat lantai dengan sistem precast lebih cepat daripada pengerjaan plat lantai dengan metode pengecoran setempat atau konvensional dengan tebal dan luasan yang sama dapat dikerjakan dalam waktu 6 hari sedang metode konvensional memakan waktu 20 hari. Dengan demikian plat lantai precast 70% lebih cepat daripada metode konvensional. Berdasarkan studi lapangan ini disarankan untuk bangunan yang elemen strukturalnya typical (sejenis) seperti rumah susun hotel dan apartemen sebaiknya menggunakan sistem precast sebab lebih cepat dalam pengerjaannya.