UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penggunaan filtrat biji jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan pengawet untuk menghindari serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus H.) pada kayu sengon (Paraserianthes falcataria) dengan sistem perendaman dingin / Indri Wahyuni

Wahyuni, Indri - Nama Orang;

Abstrak
Kayu sengon (Paraserianthes falcataria) termasuk kayu dengan kelas awet IV/V yang mudah diserang oleh organisme perusak kayu terutama rayap. Untuk mengatasi serangan rayap pada kayu maka perlu dilakukan pengawetan kayu. Bahan pengawet yang digunakan adalah bahan pengawet yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan bahan pengawet filtrat biji jarak yang mengandung racun ricin yang dapat mengacaukan proses metabolisme rayap. Keuntungan yang diperoleh dari pengawetan kayu adalah bertambahnya umur pakai kayu. Untuk mengetahui apakah filtrat biji jarak dapat digunakan sebagai bahan pengawet yang ramah lingkungan maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut (1) Apakah ada perbedaan berat bahan pengawet yang tertinggal (retensi) pada konsentrasi yang telah ditentukan dan (2) Bagaimanakah pengaruh konsentrasi bahan pengawet terhadap berat kayu sengon yang dimakan rayap Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diawetkan dan kelompok eksperimen atau kelompok yang diawetkan dengan filtrat biji jarak pada konsentrasi 1% 3% dan 5%. Analisa data yang digunakan adalah analisis varian satu jalur untuk mengetahui perbedaan retensi. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet terhadap berat kayu sengon yang dimakan rayap digunakan analisis varian satu jalur yang dilanjutkan dengan mencari nilai eta kuadrat ( 951 2). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Ada perbedaan berat bahan pengawet yang tertinggal (retensi) antara konsentrasi 1% 3% dan 5%. (2) Variasi konsentrasi bahan pengawet hanya berpengaruh 1 3% terhadap berat kayu sengon yang dimakan rayap. Dari penelitian ini disarankan bahwa untuk mendapatkan nilai retensi yang lebih besar pada konsentrasi yang tinggi dapat dilakukan penambahan lama waktu perendaman.


Informasi Detail
DDC
Rs 620.12 WAH p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, 2009.
Deskripsi Fisik
vii, 41 + [40] lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01433/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. KAYU (SENGON) - PENGAWETAN - BIJI JARAK
Pembimbing
1. WAHYO HENDARTO YOH ; 2. BAMBANG WIDARTA
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik