Skripsi
Jurnalisme propaganda dalam tetralogi buru (bumi manusia, anak semua bangsa, jejak langkah, dan rumah kaca) karya Pramoedya Ananta Toer / Nurhayati
Abstrak
ABSTRAK Nurhayati.2009. Jurnalisme Propaganda dalam Tetralogi Buru (Bumi Manusia Anak Semua Bangsa Jejak Langkah dan Rumah Kaca) Karya Pramoedya Ananta Toer. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Djoko Saryono M. Pd Kata kunci Jurnalisme Propaganda Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer merefleksikan kehidupan kemasyarakatan pada zamannya. Tata kemasyarakatan tidak saja dicerminkan atau diuraikan dengan lukisan-lukisan yang rapi terperinci dan hidup tetapi juga digarap dengan semangat zaman yang menandai masa-masa kebangkitan nasional waktu itu. Pergerakan tersebut tak lepas dari peran jurnalistik sebagai alat propaganda. Penelitian ini mengkaji kepustakaan dengan pendekatan sosiologi sastra. Masalah yang diangkat adalah jenis dan ciri media cetak serta fungsi jurnalisme sebagai alat propaganda dalam tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami jenis dan fungsi media cetak serta memahami fungsi jurnalistik sebagai alat propaganda dalam tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa ada tiga jenis media cetak pada zaman pergerakan dalam tetralogi Buru melihuti 1) media cetak kolonial yang mempunyai tugas pokok melindungi kepentingan perusahaan gula sebagai modal terbesar di Hindia 2) media cetak pribumi yang menjadi pelindung kepentingan masyarakat bawah yang tertindas pada zaman pergerakan 3) media cetak Cina yang menjadi penghubung orang- orang Tiongkok di Hindia dengan Cina daratan. Dalam perkembangannya media cetak bukan hanya penyampai berita. Dia mencoba menerangkan mengajar mengajak menjajakan pikiran. Di belakang media cetak bukan hanya mesin-mesin cetak juga mesin-mesin otak. Dengan media cetak otak berbicara pada anggota- anggota badannya sendiri meniadakan jarak ratusan mil melakukan propaganda agar mendapat massa sebanyak- banyaknya.