UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penerapan model pembelajaran berbasis deep dialogue untuk meningkatkan prestasi belajar PKn bagi siswa klas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk / Agus Dwi Putranto

Putranto, Agus Dwi - Nama Orang;

Abstrak
PKn di sekolah Dasar adalah tahapan awal di sasat anak mulai belajar aktif terhadap objek di sekitarnya. Anak membutuhkan dasar pemikirn yang dapat menjadikan anak saling menghargai dan menghormati orang lain. Tetapi pada dasarnya PKn belum mendapatkan tempat di hati peserta didik masih belum mendapatkan tempat di hati peserta didik masih banyak factor ketidaktuntasan dalam pembelajaran PKn. Padahal patokan ketuntasannya adalah 70 sehingga perlu diterapkan metode yang baru yaitu Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT). Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Deep Dialogue/critical thinking pada kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk (2) Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan prestasi belajar PKn pada pokok bahasan NKRI melalui model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking siswa kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk (3)Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa sajakah yang ditemui dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model Deep Dialogue atau Critical Thinking pada kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dilakukan atas dasar data yang diperoleh di lapangan. Rancangan yang digunakan adalah PTK dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari (a) Perencanaan (b) pelaksanaan (c) observasi dan (d) refleksi. Instrumen yang digunakan adalah (a) pedoman observasi (b) tes (c) angket (d) pedoman wawancara. Dalam penelitian ini dapat ditemukan bahwa penggunaan media tape recorder dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya rata-rata skor keaktifan siswa yaitu pada siklus I 52 86 menjadi 74 28 pada siklus II. Nilai rata-rata pada indikator intonasi pada siklus I 1 75 meningkat menjadi 2 708 pada siklus II nilai rata-rata pada indikator ketepatan pada siklus I 1 417 meningkat menjadi 2 5 nilai rata-rata siswa pada indikator pelafalan pada silus I 1 542 meningkat menjadi 2 792 nilai rata-rata siswa pada indikator kecepatan pada siklus I 1 292 meningkat menjadi 2 667 nilai rata-rata siswa pada indikator ekspresi pada siklus I 2 5 meningkat menjadi 2 833. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan Pembelajaran PKn dengan menggunakan model Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) adalah belajar dengan disertai diskusi kelompok presentasi dan Tanya jawab (2) model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu berdasarkan atas paparan data pratindakan jumlah rerata skor 67 29 dan daya serap klasikal 16% dan setelah diadakan tindakan pada siklus I rerata skor meningkat 70 dan daya serap klasikal meningkat menjadi 54%. Jumlah rerata skor dan daya serap mengalami peningkatan lagi pada siklus II yaitu 87 2 dan daya serap klasikalnya meningkat menjadi 88%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) pelaksanaan Pembelajaran PKn dengan menggunakan model Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) adalah belajar dengan disertai diskusi kelompok presentasi dan Tanya jawab (2) model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu berdasarkan atas paparan data pratindakan jumlah rerata skor 67 29 dan daya serp klasikal 16% dan setelah diadakan tindakan pada siklus I rerata skor meningkat 70 dan daya serap klasikal meningkat menjadi 54%. Jumlah rerata skordan daya serap mengalami peningkatan lagi pada siklus II yaitu 87 2 dan daya serap klasikalnya meningkat menjadi 88% (3) hambatan-hambatan penerapan model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) pada proses KBM kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk adalah keterbatasan waktu sehingga kelompok yang presentasi tidak bisa semua kelompok dari 5 kelompok hanya 2 kelompok yang berpresentasi. Saran yang disampaikan kepada guru yaitu hendaknya guru memahami karakteristik siswa sehingga tindakan yang dilakukan guru tepat dan efektif.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.832044 PUT p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2009.
Deskripsi Fisik
x, 116 lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01407/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PENDIDIKAN DASAR) - PRESTASI BELAJAR
2. PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PENDIDIKAN DASAR) - PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP DIALOGUE

Pembimbing
1. RUMINIATI ; 2. SUNYOTO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik