Skripsi
Pengolaan training ESQ leadership center sub cabang Malang / Maston Chabibi
Abstrak
Perkembangan industri dan usaha yang berlangsung sangat cepat mensyaratkan sumber daya manusia yang andal dan mampu memadukan Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ). Intergrasi aspek intelektual emosional dan spiritual adalah jawaban komprehensif dari terwujudnya sumber daya manusia unggul. Sebab itu penelitian untuk mendeskripsikan pengelolaan ESQ Leadership Center Sub Cabang Malasng sebagai lembaga penyelenggara training penting dilakukan. Penelitian dini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yakni kegiatan mengamati secara mendalam lengkap meneyluruh dan menganalisis secara intensif fenomena yang terkait dalam objek kajian latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sehingga dihasilkan pemahaman (deskripsi) yang komprehensif tentang objek yang dikaji. Sesuai dengan focus penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan pengelolaan training ESQ dari perencanaan pelaksanaan evaluasi dan kendalanya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif dengan tahapan (1) reduksi data (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) ESQ LC Sub Cabang Malang merupakan lembaga penyelenggara training kepemimpinan dan pengembangan kepribadian yang memiliki tujuh program ESQ Basic Training Training ESQ Mission Statement Training Character Building Training ESQ Self Trinng ESQ Strategic Collaboration Training ESQ Total Action dan Training ESQ Star Leader (2) Persiapan pelaksanaan dan evaluasi training di ESQ LC Sub Cabang Malang dilakukan dengan seksama. (3) Meski demikian masih ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan training. Berdasarkan berbagai temuan dalam penelitian ini disampaikan beberapa saran (1) Persoalan jadwal yang terlalu dekat antar event ESQ LC Sub Cabang Malang dapat melakukan negosiasi dengan ESQ Pusat tentang kelonggaran waktu dalam pelaksanaan training (2) Keterbatasan trainer dapat diantisipasi dengan perekrutan asisten trainer secara berkelanjutan tanpa harus mengesampingkan kualitas trainer (3) ESQ LC Sub Cabang Malang perlu lebih intensif dalam memberikan edukasi pada masyarakat untuk mengantisipasi ketidaktahuan peserta tentang training ESQ.