Skripsi
Penerapan model pembelajaran learning cycle 5 fase (LC5E) dengan memperhatikan gaya belajar siswa SMPN 1 Situbondo tahun ajaran 2008/2009 pokok bahasan perubahan materi / Amelia Maghfirotin Zahro
Abstrak
Pembaharuan dilakukan dalam dunia pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan di antaranya yaitu pembaharuan kurikulum dengan menerapkan KTSP. KTSP menekankan pembelajaran berorientasi pada paradigma konstruktivistik. Pelaksanaan pembelajaran Kimia juga diharapkan menggunakan model pembelajaran yang berorientasi konstruktivistik yang salah satunya adalah model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase (LC 5E). Pada penelitian ini penerapan model pembelajaran LC 5E dengan memperhatikan gaya belajar siswa karena hasil observasi di SMPN 1 Situbondo menyebutkan bahwa salah satu masalah yang dihadapi siswa dalam belajar Kimia di sekolah berkaitan dengan hasil belajar yang kurang memuaskan. LC 5E dipilih karena terdiri dari beberapa fase kegiatan yang salah satunya berupa fase eksplorasi (Exploration). Pada fase ini siswa mencoba beberapa alternatif pemecahan mendiskusikannya dengan teman sekelompoknya mencatat hasil pengamatan dan mengemukakan ide dan mengambil keputusan memecahkan masalah dengan bantuan LKS. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran LC 5E dengan memperhatikan gaya belajar siswa dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran LC 5E pada pokok bahasan Perubahan Materi (2) Mendeskripsikan pelaksanaan remidi yang menerapkan prinsip tutor sebaya dengan memperhatikan gaya belajar siswa dan pelaksanaan remidi yang menerapkan tutor sebaya tanpa memperhatikan gaya belajar siswa pada pokok bahasan Perubahan Materi dan (3) Mengetahui persepsi siswa terhadap model pembelajaran LC 5E. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Situbondo kelas VII semester 2 tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 272 orang. Sampel penelitian adalah kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII I sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 32 orang. Sampel diambil secara acak dengan cara mengundi. Pada kelas eksperimen dilakukan pembelajaran LC 5E dengan memperhatikan gaya belajar siswa. Sedangkan kelas kontrol dilakukan pembelajaran LC 5E. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran lembar observasi tes kognitif angket gaya belajar dan angket persepsi siswa terhadap LC 5E. Dari hasil uji coba tes hasil belajar diperoleh 34 soal valid dengan nilai reliabilitas 0 717. Perbedaan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis menggunakan uji-t dua pihak dengan 945 0 05. Sedangkan keefektifan remidi dengan menerapkan tutor sebaya dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. (2) Kegiatan remidi yang menerapkan tutor sebaya dengan memperhatikan gaya belajar siswa lebih efektif dibandingkan kegiatan remidi yang menerapkan tutor sebaya tanpa memperhatikan gaya belajar siswa terlihat dari persentase siswa kelas eksperimen yang tuntas pada remidi pertama lebih tinggi daripada persentase siswa kelas kontrol yang tuntas pada remidi pertama. Pada kelas eksperimen persentase siswa yang tuntas remidi pertama sebesar 90% dan yang belum tuntas sebesar 10%. Sedangkan pada kelas kontrol persentase siswa yang tuntas remidi pertama sebesar 73 3% dan yang belum tuntas sebesar 37 3%. (3) Persepsi siswa tehadap penggunaan model pembelajaran LC 5E adalah positif.