Skripsi
Perbaikan pembelajaran passing bawah bolavoli yang menarik dan mudah dilakukan oleh siswa kelas VII.6 SMPN 3 Malang semester gadal tahun ajaran 2008/2009 / Agus Dwi Setyawan
Abstrak
ABSTRAK Setyawan Agus Dwi. 2009. Perbaikan Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli Yang Menarik dan Mudah Dilakukan Oleh Siswa Kelas VII.6 SMPN 3 Malang Semester Gasal Tahun Ajaran 2008/2009 . Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Heru Widijoto M.S. (II) Drs. H. Mahmud Yunus M.Kes. Kata kunci pembelajaran passing bawah bolavoli menarik dan mudah dilakukan Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Proses pembelajaran pendidikan jasmani dapat dikatakan berjalan dengan baik apabila dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut (1) antusias anak dalam mengikuti pelajaran (2) tampak kesungguhannya (3) siswa merasa gembira (4) aktivitas fisik yang dilakukan siswa terjadi pada ambang yang memadai dan sesuai dengan kemampuan fisik mereka dan (5) siswa merasa telah memperoleh keterampilan gerak baru (Syarifudin 1997 18). Permainan dan olahraga merupakan salah satu ruang lingkup dari mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VII Semester Gasal. Salah satu materi pokok dari permainan dan olahraga yaitu bolavoli dan pada kelas VII Semester Gasal salah satu kegiatan pembelajarannya adalah passing bawah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh sejawat terhadap peneliti di SMPN 3 Malang kelas VII. 6 semester gasal pada proses pembelajaran passing bawah bolavoli banyak terjadi kekurangan-kekurangan diantaranya pada keterampilan dasar mengajar pengelolaan kelas dan strategi pembelajaran. Terkait dengan keterampilan dasar mengajar kekurangan-kekurangan yang terjadi adalah banyak waktu terbuang karena dilakukan presensi pada awal pembelajaran guru tidak menunjukkan sikap kehangatan terhadap siswa. Terkait dengan pengelolaan kelas (1) posisi guru pada saat pembelajaran berada di tengah-tengah siswa sehingga guru sulit untuk mengamati aktivitas siswa secara menyeluruh (2) pada saat mengajar guru tidak melakukan koreksi pada gerakan siswa sehingga masih sering terjadi kesalahan umum dan (3) guru kurang memberikan penjagaan keselamatan selama siswa karena masih terdapat siswa yang memakai jam tangan pada proses pembelajaran. Terkait dengan strategi pembelajaran kekurangan-kekurangan yang terjadi adalah (1) materi yang diberikan oleh guru terlalu banyak dan (2) pemodelan yang dilakukan oleh guru tidak jelas sehingga sulit diterima oleh siswa. Akibat dari pemodelan yang tidak jelas tersebut banyak siswa yang melakukan kesalahan pada saat gerakan passing bawah. Berdasarkan hasil refleksi terhadap 46 siswa kelas VII.6 SMPN 3 Malang banyak terjadi kekurangan terkait dengan pengelolaan kelas dan strategi pembelajaran sehingga terdapat 38 orang yang salah dalam melakukan gerakan passing bawah bolavoli. Akibat dari kesalahan tersebut tangan siswa sakit karena perkenaan yang salah antara lain perkenaannya pada ibu jari pada lengan bawah dan perkenaannya diantara ibu jari dan pergelangan tangan. Pada tahap penutup guru tidak melakukan evaluasi terhadap materi yang disajikan. Dengan demikian maka pembelajaran passing bawah bolavoli menjadi kurang menarik dan sulit dilakukan oleh siswa. iv Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut (1) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal waktu banyak terbuang karena presensi. Setelah dilakukan perbaikan maka waktu untuk presensi hanya 30 detik sehingga waktu untuk kegiatan inti pembelajaran lebih banyak dan siswa bisa lebih mudah dalam melakukan geraka passing bawah bolavoli (2) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal guru tidak menunjukkan sikap kehangatan kepada siswa sehingga siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bolavoli. Setelah dilakukan perbaikan guru sudah menunjukkan sikap kehangatan kepada siswa dan siswa terlihat lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran sehingga pembelajaran terlihat lebih menarik (3) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal posisi guru berada di tengah-tengah siswa dan sulit mengamati aktivitas siswa. Setelah dilakukan perbaikan posisi guru berada di samping dari barisan siswa sehingga guru dapat mengamati seluruh aktivitas siswa dan bisa langsung melakukan koreksi terhadap gerakan siswa yang kurang sempurna (4) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal guru tidak melakukan koreksi gerakan pada siswa sehingga ada sebagian siswa yang salah dalam melakukan gerakan passing bawah bolavoli. Setelah dilakukan perbaikan maka guru sudah melakukan koreksi gerakan kepada siswa sehingga tidak terjadi lagi gerakan siswa yang salah (5) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal guru kurang memberikan penjagaan keselamatan siswa karena masih ada siswa yang memakai jam tangan pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat menggangu siswa dalam melakukan gerakan passing bawah bolavoli. Setelah dilakukan perbaikan maka tidak ada lagi siswa yang memakai jam tangan selama pembelajaran berlangsung dan siswa bisa lebih sempurna dalam melakukan geraka passing bawah bolavoli (6) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal materi yang diberikan oleh guru terlalu banyak dan seharusnya materi tersebut tidak cukup untuk satu kali pertemuan. Akibat dari hal tersebut maka siswa sulit untuk menangkap seluruh informasi yang diberikan guru. Setelah dilakukan perbaikan maka materi yang diberikan guru tidak terlalu banyak dan siswa bisa menangkap seluruh informasi guru selama pembelajaran (7) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal pemodelan yang dilakukan guru tersebut tidak jelas sehingga tidak bisa diterima oleh siswa. Setelah dilakukan perbaikan maka guru melakukan pemodelan dengan jelas sehingga siswa memahami penjelasan dari guru dan (8) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal masih banyak siswa yang kurang sempurna dalam melakukan gerakan passing bawah bola voli yaitu ada siswa yang tangannya sakit ada siswa yang perkenaannya salah dan ada siswa yang tidak senang dengan pembelajaran yang diberikan guru. Setelah dilakukan perbaikan maka seluruh siswa melakukan gerakan passing bawah dengan sempurna dan senang dengan pembelajaran passing bawah bolavoli yang diberikan guru.