Tugas Akhir
Penerapan strategi baruan pemasaran (marketing mix) pada PT Bunga Wangsa Sejati (Jatim Park) Batu tahun 2005/2006 / Tony Fajar Hariyanto
Abstrak
Marketing Mix atau bauran pemasaran merupakan salah satu strategi yang perlu dilakukan oleh setiap perusahaan. Marketing Mix sendiri terdiri dari 4 (empat) elemen yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya empat elemen itu yaitu Product yang merupakan segala sesuatu yang ditawarkan kepada produsen untuk diperhatikan diminta dibeli digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan. Price adalah sejumlah kompensasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa. Place yang merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi. Promotion yang merupakan alat atau media untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Penelitian ini yang merupakan laporan dari praktek kerja lapangan yang dilakukan di PT. Bunga Wangsa Sejati atau yang biasa dikenal dengan Jatim Park di kota Batu pada tanggal I Maret hingga 2 April 2006. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan strategi produk strategi harga strategi promosi strategi distribusi dan megidentifikasi faktor pendukung dan penghambat rnasing-masing strategi. Berdasarkan hasil dari analisis kualitatif dapat disimpulkan bahwa (1) Strategi produk di Jatim Park tergolong jenis strategi produk baru dan diversifikasi (2) Strategi harga tergolong jenis harga paket dan penetapan harga nilai (3) Strategi distribusi tergolong jenis saluran distribusi langsung tanpa melalui perantara (4) strategi promosi yang dilakukan tergolong jenis periklanan dan personal selling. Adapun faktor pendukung dan penghambat dari strategi marketing mix adalah Faktor Pendukung (1) Adanya selera manusia yang selalu berubah (2) Adanya koneksi dengan tenaga ahli dari luar negeri dalam pembuatan wahana atau fasilitas yang ada (3) Banyaknya fasilitas yang dilengkapi peralatan canggih (4) Jumlah tenaga kerja yang memadai. Sedangkan faktor penghambat yang ada antara lain (1) Kurangnya promosi yang dilakukan oleh pihak Jatim Park (2) Adanya kejenuhan konsumen terhadap wahana yang ada (3) Mahalnya biaya perawatan serta peralatan yang dibutuhkan dan semakin sempitnya area atau lahan untuk membuat wahana atau fasilitas baru. Saran untuk Jatim Park adalah sebagai berikut (1) Semakin menggalakkan promosi agar Jatim park lebih dikenal masyarakat dan menarik konsumen sehingga besarnya biaya dapat ditutupi dengan pendapatan yang besar pula (2) Perlu adanya perluasan lahan bila memungkinkan bila tidak bisa dilakukan dengan mengeliminasi atau mengorbankan salah satu wahana yang kurang diminati konsumen (3) Perlu adannya penelitian guna mengetahui wahana apa yang paling diinginkan oleh konsumen hal ini bertujuan selain untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu juga untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen (4) Lebih menggalakkan promosi dengan jalan bekerjasama dengan media televisi bukan hanya dengan televisi lokal tapi juga nasional agar konsumen lebih mengenal lagi Jatim park (5) Lebih seringnya penjelasan mengenai harga tersebut terhadap konsumen baik lewat pengeras suara ataupun lebih banyak menempelkan selebaran mengenai harga tersebut (6) Perlu adannya survey kepada konsumen mengenai besamya harga tersebut apakah sudah sepadan atau perlu peninjauan ulang (7) Diperlukan adanya peran dari perantara karena dengan adanya perantara perusahaan dapat menggunakan atau memanfaatkan kontak hubungan pengalaman spesialisasi dan skala ekonomis operasi para perantara sehinga kesempatan untuk mendatankangkan konsumen dalam jumlah yang lebih besar dapat tercapai dan dapat lebih mengenalkan Jatim Park kepangsa pasar yang lebih besar.