Skripsi
Respon Plutella xylostella terhadap warna cahaya pada areal pertanian kubis (Brassica oleracea L. var capitata L.) di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan / Inge Gina Aliani
Abstrak
Tanaman kubis merupakan komoditi hortikultura yang penting di Indonesia. Hama P. xylostella merupakan salah satu faktor pembatas yang dapat menurunkan produksi kubis. Adanya dampak negatif dari penggunaan insektisida menyebabkan dipikirkannya cara-cara baru dalam pengendalian hama yang aman dan efektif dengan menggunakan cahaya atau lampu perangkap. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya respon P. xylostella terhadap perlakuan variasi warna cahaya mengetahui perbedaan respon P. xylostella terhadap variasi waktu penangkapan dan mengetahui adanya interaksi antara perlakuan variasi warna cahaya dan waktu penangkapan terhadap respon P. xylostella.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan studi eksplorasi dengan perlakuan 4 warna cahaya berbeda (merah kuning biru dan putih) dengan variasi waktu penangkapan sebanyak 7 kali yaitu pada pukul 18.00 19.00 20.00 21.00 22.00 23.00 dan 24.00 WIB. Penelitian ini dilakukan pada areal tanaman kubis di Kecamatan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan dan di Laboratoium Ekologi Hewan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan April 2008 sampai Mei 2008. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan anava ganda dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan (Multiple Duncan Range Test).Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya respon P. xylostella terhadap perlakuan variasi warna cahaya Respon P. xylostella paling tinggi terletak pada perlakuan warna cahaya kuning Adanya perbedaan respon P. xylostella terhadap variasi waktu penangkapan. Dari keseluruhan waktu penangkapan yang menunjukkan respon P. xylostella tertinggi terdapat pada penangkapan pukul 19.01-20.00 WIB. Hasil analisis menunjukkan interaksi antara variasi warna cahaya dan waktu penangkapan. Perbedaan respon yang terjadi lebih dipengaruhi oleh adanya faktor lingkungan yaitu suhu dan kelembaban udara.