Skripsi
Perjuangan wanita masa revolusi fisik tahun 1945-1949 di Kotapraja Malang dan relevansinya terhadap pendidikan / Dwi Famina
Abstrak
ABSTRAK 3 Famina Dwi. 2009. Perjuangan Wanita Masa Revolusi Fisik Tahun 1945-1949 di Kotapraja Malang dan Relevansinya dalam Pendidikan. Skripsi Jurusan Sejarah. Program Studi Pendidikan Sejarah. FS. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hj. Siti Malikah Thowaf M.A. Ph.D. (II) Drs.Marsudi M.Hum. Kata-kata kunci perjuangan wanita revolusi fisik kotapraja Malang Perjuangan wanita memiliki kedudukan penting dalam kajian sejarah wanita di Indonesia. Pada masa revolusi fisik wanita merupakan salah satu kunci dalam kesuksesan perjuangan kemerdekaan Republik indonesia. Sebagai salah satu contoh adalah perjuangan wanita di Kotaparaja Malang. Wanita Malang merupakan mata dan telinga para pejuang kemerdekaan Indonesia. Namun kondisi ini sangat ironis karena kajian sejarah wanita masih belum banyak diminati oleh sejarawan. Latar belakang inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang perjuangan wanita masa revolusi fisik di Kotapraja Malang dan relevansinya terhadap pendidikan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kondisi umum Kotapraja Malang tahun 1945-1949 2) Bagaimana perjuangan wanita dalam organisasi sosial di Kotapraja Malang tahun 1945-1949 3) Bagaimana perjuangan wanita dalam organisasi kelaskaran di Kotapraja Malang tahun 1945- 1949 . Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan kondisi umum Kotapraja Malang tahun 1945-1949 2) mendeskripasikan perjuangan wanita dalam organisasi sosial di Kotapraja Malang tahun 1945-1949 dan 3) mendeskripsikan perjuangan wanita dalam organisasi kelaskaran di Kotapraja Malang tahun 1945- 1949. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah terdiri dari 5 tahap yaitu 1) pemilihan topik 2) heuristik 3) verifikasi 4) interpretasi 5) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi Kotapraja Malang tahun 1945-1949 tidak stabil karena terjadi perebutan kekuasaan antara Belanda dengan Indonesia karena setelah peristiwa 10 Nopember 1945 pusat pemerintahan pusat pemerintahan Jawa Timur dipindahkan ke Kotapraja Malang. Upaya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Kotapraja Malang juga melibatkan wanita. Para wanita berjuang dengan cara bergabung di organisasi sosial maupun kelaskaran. Tugas juang yang dilakukan yakni sebagai mata-mata penghubung pemberi motivasi tentara penunjuk jalan berjaga-jaga penyelenggara dapur umum pengendali tingkah laku dan palang merah. Organisasi sosial yang tumbuh di Kotapraja Malang pada tahun 1945-1949 yaitu Aisyiyah-Muhammadiyah Muslimat-NU Perwari dan Gasema. Perjuangan wanita dalam organisasi kelaskaran ini dilakukan dengan cara bergabung di B.P.R.I. bagian wanita Seksi Wanita-Biro Perjuangan TNI-Masyarakat Brigade XIII TRIP Jawa Timur. Tidak hanya itu perjuangan wanita secara individual juga dilakukan oleh wanita di Kotapraja Malang. Golongan wanita yang melakukan cara ini biasanya adalah pendidik dan pegawai pemerintah. Mereka melakukan tugas perjuangan disela-sela pekerjaannya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar dalam 4 pembelajaran IPS kelas IX yakni pada materi upaya pemerintah dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekan Republik Indonesia. Materi ini dapat memperdalam pemahaman siswa mengenai sejarah lokal sehingga tujuan pembelajaran sejarah dapat diperoleh secara maksimal. Saran bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengungkap sejarah berdirinya organisasi sosial maupun kelaskaran di Kotapraja Malang secara rinci dan kronologis. Penelitian tersebut diharapkan juga dapat mengungkap secara detail pola perjuangan ideologi perjuangan dan pengaruh luar negeri dalam perjuangan wanita di Kotapraja Malang tahun 1945-1949. Penelitian selanjutnya diharapkan juga bisa menyusun sajian materi pembelajaran yang lebih praktis sehingga mudah dipahami oleh siswa. Penelitian berikutnya diharapkan juga dapat menemukan arsip yang lebih lengkap dari organisasi bersangkutan yang belum dilakukan oleh peneliti. Peneliti saat ini hanya dapat mengakses arsip dari Kantor Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional.