Skripsi
Pakempalan Kawulo Surokarto (PKS) 1932-1943: gerakan sosial dan partisipasi politik kawulo di Surakarta serta keterkaitannya dengan pendidikan sejarah / Indah Wahyu Puji Utami
Abstrak
ABSTRAK Utami Indah Wahyu Puji.2009.Pakempalan Kawulo Surokarto (PKS) 1932-1943 Gerakan Sosial dan Partisipasi Politik Kawulo di Surakarta serta Keterkaitannya dengan Pendidikan Sejarah. Skripsi Jurusan Sejarah FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Joko Sayono M.Pd M.Hum (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Thowaf M.A. Ph.D. Kata kunci PKS gerakan sosial partisipasi politik Penulisan sejarah mengenai periode 1930an didominasi oleh tema-tema organisasi pergerakan nasional padahal pada saat itu juga muncul berbagai organisasi lokal misalnya PKS. PKS merupakan sebuah organisasi kawulo yang sifatnya lokal dan menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan sosial politik di Surakarta pada periode 1932-1943. Berbagai kegiatan dan kampanye PKS menunjukkan ide-ide serta semangat perjuangan untuk mengusir penjajah. Hal ini merupakan nilai-nilai yang dapat diteladani oleh generasi mendatang. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah latar belakang pendirian Pakempalan Kawulo Surokarto (PKS) (2) Bagaimanakah perkembangan Pakempalan Kawulo Surokarto (PKS) pada tahun 1932-1943 (3) Bagaimanakah partisipasi politik Pakempalan Kawulo Surokarto (PKS) di Surakarta pada tahun 1932-1943 (4) Bagaimanakah keterkaitan nilai- nilai dalam Pakempalan Kawulo Soerokarto (PKS) 1932-1943 dengan pendidikan Sejarah Penulis melakukan penelitian sejarah guna menjawab rumusan-rumusan masalah di atas. Penelitian ini melalui beberapa tahap yaitu pemilihan topik heuristik kritik interpretasi dan historiografi. Pemilihan topik ini tak lepas dari kedekatan intelektual penulis dan masalah originalitas yaitu belum ada tulisan yang membahas secara mendalam mengenai PKS sebagai sebuah gerakan sosial yang merupakan perwujudan dari partisipasi politik kawulo. Proses heuristik dilakukan dengan menelusuri sumber-sumber primer maupun sumber sekunder. Kritik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi kritik ekstern dan kritik intern. Sumber yang lolos dari tahap kritik kemudian diinterpretasi dan ditulis dalam sebuah historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur sosial dan politik Surakarta pada masa itu menempatkan para kawulo dalam posisi yang rendah. Kondisi politik Surakarta awal abad XX diramaikan oleh hadirnya berbagai organisasi bumiputra antara lain BO SI Abhipraya dan PBI. PBI mendorong pendirian PKS dengan tujuan untuk memperluas pengaruh PBI di kalangan rakyat kecil agar dapat menjadi partai rakyat yang sebenarnya. PKS merupakan sebuah organisasi kawulo yang melakukan berbagai kampanye untuk menarik massa di kalangan rakyat Surakarta baik yang berada di wilayah Kasunanan maupun Mangkunegaran. Kampanye yang dilakukan oleh PKS pada periode awal berkisar pada masalah- masalah agraria hukum dan kesejahteraan rakyat namun pada perkembangan berikutnya juga mengusung ide atau harapan-harapan bahwa bangsa asing akan pergi dari tanah Jawa sehingga Jawa akan kembali dikuasai oleh orang Jawa. Berbagai kegiatan dan kampanye PKS tersebut mampu menarik massa untuk bergabung dalam organisasi ini. Namun seperti organisasi lain PKS juga pernah mengalami konflik internal sehingga jumlah keanggotaannya menurun tajam pada 1935. PKS berhasil bangkit lagi pada 1937 dan terus berkembang hingga tahun 1943. Kampanye dan kegiatan PKS menimbulkan reaksi dari beberapa pihak. Mangkunegaran yang merasa terusik dengan PKS mendirikan organisasi tandingan dengan nama PKMN. Pemerintah Hindia Belanda melakukan pengawasan secara intensif pada PKS dan pernah menangkap para pemimpin PKS dengan tuduhan merencanakan pemberontakan. Pemerintah pendudukan Jepang yang melarang organisasi politik pernah melakukan penggeledahan dan penangkapan pada para pemimin lokal PKS atas tuduhan merencakan pemberontakan. PKS adalah sebuah organisasi yang melakukan gerakan sosial. Rakyat yang merasa diperlakukan tidak adil oleh penguasa menyusun sebuah solidaritas dan identitas kolektif dalam 1 PKS dan menyusun gerakan-gerakan melawan pihak Mangkunegaran Belanda ataupun Jepang yang mereka anggap sebagai penyebab ketidakadilan yang mereka rasakan. Gerakan sosial yang dilakukan oleh PKS menunjukkan ciri-ciri dari gerakan yang bersifat millenarianistis mesianistis dan nativistis. Gerakan sosial yang dilakukan oleh PKS tersebut merupakan salah satu bentuk partisipasi politik. Partisipasi politik dalam PKS merupakan perpaduan dari autonomous participation dan mobilized participation. Partisipasi politik tersebut merupakan partisipasi tidak langsung karena rakyat berusaha mempengaruhi pemerintah melalui pihak lain yang dianggap dapat mempengaruhi pemerintah yaitu organisasi PKS. Partisipasi politik PKS dilakukan melalui cara- cara konvensional maupun cara-cara di luar prosedur. Materi mengenai PKS 1932-1943 mengandung nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme yang dapat diteladani oleh generasi sekarang dan yang akan datang. Oleh karena itu materi ini dapat diajarkan pada tingkat pendidikan menengah maupun sebagai salah satu contoh kajian sejarah lokal sejarah sosial atau sejarah politik pada tingkat perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai PKS. Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh PKS dalam sekolah Wuta Sastra.