Skripsi
Penggunaan metode contoh noncontoh untuk meningkatkan kemampuan menarasikan hasil wawancara pada siswa kelas VII H SMP Negeri Negeri 10 Malang / Fika Rahmawati
Abstrak
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa bahwa belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan maupun tulis serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP 2006). Salah satu standar kompetensi bahasan kajian bahasa Indonesia adalah mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat. Yang dimaksud adalah mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat dalam bentuk tulisan. Dengan demikian setelah mengikuti pembelajaran menulis diharapkan siswa bisa menuangkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat. Menulis diartikan sebagai proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran perasaan atau kemauan dengan menggunakan wahana tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis (Nurchasanah dan Widodo 1993 2). Sementara Lado (dalam Sofyan 2006 28) menyatakan bahwa menulis adalah meletakkan atau mengatur simbol-simbol grafis yang menyatakan pemahaman suatu bahasa sedemikian rupa sehingga orang lain dapat membaca simbol-simbol grafis itu sebagai bagian penyajian satuan-satuan ekspresi bahasa. Dengan demikian menulis dapat diartikan proses mengungkapkan ide pikiran atau pendapat seseorang melalui simbol grafis yaitu dalam bentuk tulisan.